Pengalaman Mendaftar Universitas di Swedia (1)


Sebelumnya tak pernah terbayangkan untuk melanjutkan studi master
di tanah Skandinavia ini. Awalnya saya memang bermimpi melanjutkan
master pada bidang Human Computer Interaction atau Interaction Design
di UIB atau CMU šŸ™‚

Namun selain karena saya baru menyadari di Swedia ada beberapa Universitas
yang mempunyai fokus di kedua bidang tersebut, ditambah dengan cerita
dosen pembimbing TA tentang sistem pendidikan Swedia yang begitu menarik
bagi saya. Tekad untuk melanjutkan master di Swedia menjadi lebih mantap
setelah saya bersama beberapa teman dari Komunitas Beasiswa IT Telkom
mengunjungi EHEF 2011 yang diadakan di JCC pada bulan November 2011.

 

Pendaftaran

Proses pendaftarannya sangat mudah, akan saya bahas di post selanjutnya.
Prosesnya adalah:
1. Mendaftarkan course yang akan dipilih secara online
2. Melengkapi general dan specific requirements dari course tersebut
3. Membayar application fee (tahun 2012 sebesar 900 SEK)
4. Mengirimkan dokumen yang berisi requirements dan cover sheet application kita.
5. Reply offer, jika diterima di course yang diinginkan šŸ™‚

 

Melengkapi Dokumen

Singkat kata, saya baru sempat memulai proses pendaftaran pada akhir
bulan Desember. Sempat berasa kebakaran jenggot karena tanggal 16 Januari
adalah deadline untuk aplikasi. Timeline-nya dapat dilihat di sini
Sedangkan saat itu saya sendiri belum lulus (berarti belum punya ijazah
dan transkrip nilai), belum punya sertifikasi bahasa asing seperti TOELF
atau IELTS, dan belum-belum yang lainnya,
lengkapnya dapat dilihat di Required Documentation

Tanpa Ijazah dan Transkrip

Untungnya untuk ijazah dan transkrip dapat digantikan dengan
Surat Keterangan Akan Lulus- yang dapat dikeluarkan oleh Fakultas
dan daftar nilai sementara. Dokumen ini sukses membuat
saya dan seorang teman yang berencana untuk daftar pusing bukan kepalang.
Sempat ke Bagian Akademik kampus, setelah ditanyai dengan muka curiga
oleh petugas disana, intinya Bagian tersebut tidak bisa mengeluarkan
surat ini dan disarankan mengurus ke Fakultas.

Saat berbincang ke admin Fakultas, ternyata beliau juga belum bisa
memberi solusi. Mungkin memang belum pernah ada yang mengurus surat
semacam ini ke fakultas. Akhirnya saya dan teman langsung menghadap ke
Ketua Program Studi untuk menyampaikan hal mengenai surat tersebut.
Alhamdulillah prosesnya lancar dan tidak serumit yang dibayangkan.

 

Nekat ambil IELTS

Dokumen lain yang perlu dipersiapkan adalah sertifikasi kemampuan bahasa asing,
setelah tanya sana-sini, akhirnya saya nekat untuk mengambil IELTS.
FYI result dari IELTS biasanya dapat diambil 13 hari setelah hari test.
Saat itu sudah akhir Desember, sempat muncul keraguan apakah sempat untuk
submit aplikasi saya, mengingat deadline adalah 16 Januari 2012.

Untungnya setelah diteliti lebih lanjut, 16 Januari hanyalah deadline untuk
aplikasi di web universityadmission. Deadline untuk dokumen pelengkap adalah
tanggal 1 Februari. Masih ada waktu, pikir saya waktu itu. Namun, jadwal
IELTS paling cepat di Bandung adalah tanggal 12 Januari, berarti sekitar
tanggal 25 Januari saya perkirakan result IELTS sudah dapat diambil.

Karena sudah sangat kepepet, akhirnya saya nekat untuk mengambil IELTS
tanggal 12 Januari 2012 di IDP Bandung. Saat itu benar-benar kurang persiapan,
hanya dari sekitar tanggal 30 Desember 2011 – 10 Januari 2012.
Untuk persiapan saya langsung latihan soal dari berbagai buku. Suplemen untuk
Speaking didapat dari vodcast dan podcast yang pernah saya bahas di post
sebelumnya.

Walaupun singkat, perjuangan untuk belajar IELTS dapat dibilang cukup keras.
Setiap hari latihan soal, writing, dan listening. Sampai-sampai saat perayaan
tahun baru saya masih drill soal-soal šŸ™‚ Untungnya kembang api masih dapat
terlihat dari jendela lab di lantai 3.

 

Dokumen lain

Selain kedua dokumen diatas, beberapa dokumen lain yang harus dipersiapkan
biasanya tergantung dari course yang dipilih.
Misalnya CV dan Letter of Recomendation
Contoh detail dari course yang saya ambil

Tampaknya post ini sudah cukup panjang,
karena itu akan saya lanjutkan pada post selanjutnya.

Arganka

Advertisements

3 thoughts on “Pengalaman Mendaftar Universitas di Swedia (1)

  1. Mantep, emang dulu daftarnya ke swedia dulu Ga sebelum ke Finland? lengkap bnget infonya! šŸ™‚

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s