Pengalaman Mendaftar Universitas di Swedia (8)


“Lho seharusnya DHL di sini buka sampai jam 12 malam kan, Pak?”
Tanya saya setengah tidak percaya.
“Ya, tapi sekitar jam 6 sore tadi kontainer pembawa barang ke bandara Soekarno
Hatta sudah berangkat”
Hampir tidak percaya, perjuangan 2 bulan untuk mendaftar universitas di Swedia
hampir tidak menghasilkan apa-apa.

Dokumen aplikasi harus sampai maksimal tanggal 1 Februari 2012, namun sampai
tanggal 27 Januari 2012, dokumen tersebut masih berada di Jakarta dan
kemungkinan tidak bisa berangkat tepat waktu. Estimasi waktu pengiriman adalah
4 hari- saya tidak memperhatikan apakah 4 hari di sini adalah 4 hari kerja atau
tidak.

 

Optimis

Oh, kalau 4 hari berarti jika dokumen dikirim tanggal 28 Januari, masih ada
kemungkinan untuk dokumen itu sampai tepat waktu.
Ya, 29,30,31, dan 1 Februari! Tepat sekali!

“Maaf mas, pengiriman ke luar negeri untuk minggu ini sudah tidak ada lagi.
Pengiriman akan dimulai lagi hari Senin, tanggal 30 Januari”
“Paling cepat mungkin sampai tanggal 3 di Swedia” Petugas itu melanjutkan.

Harapan saya sudah hampir sirna untuk mendaftar universitas di Swedia pada
tahun tersebut. Setelah menjelaskan alasan saya mengapa mengirim lewat DHL
ditambah dengan perjuangan hari ini untuk sampai Jakarta, raut wajah petugas
tersebut sedikit berubah. Tapi tetap saja, dia hanya bertugas untuk menerima
barang yang akan dikirimkan, mendata, dan meneruskan barang tersebut ke gudang.

Saya tidak tahu hal lain yang harus dilakukan, setelah perjuangan selama ini,
selain untuk tetap mengirim dokumen tersebut. Meski menurut logika, dokumen
yang akan saya kirimkan tidak akan sampai tepat waktu, namun entah dari mana
tetap ada keyakinan bahwa dokumen tersebut akan sampai tepat waktu:
tanggal 1 Februari 2012.

“Bismillaah hirrahmaan nirrahiim!” ucap saya dalam hati sebelum memberikan
kembali dokumen tersebut kepada petugas untuk dikirim. Saat itu saya berdoa
“Terserah engkau Allah, mau dapet beasiswa atau nggak urusan belakangan, yang
penting dokumennya sampai dulu tepat waktu.”

“Oke Mas, saya tetap kirim aja tidak apa apa.”
Setelah membayar dengan kartu debet yang telah menemani saya sejak masuk
kuliah, saya dipersilahkan untuk mengambil undian di wadah yang berbentuk
aquarium bulat kecil terbuat dari kaca.

Sambil mengambil sedotan yang telah terpotong menjadi bagian lebih kecil,
saya membuka gulungan kertas yang berada di dalamnya. Lumayan berhadiah
sejumlah uang tunai untuk hiburan hari tersebut.

Kemudian, saya dengan bapak melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut
dengan memegang struk yang berisi nomor tracking dokumen yang saya kirim.
Di mobil sudah menunggu Ibu saya, kami bertiga meninggalkan daerah MT. Haryono
dan menuju daerah Sabang untuk mengunjungi saudara yang sedang datang ke
Jakarta.

Walaupun kecil kemungkinan dokumen aplikasi tersebut akan sampai tepat waktu
di sekretariat penerimaan mahasiswa baru, namun saya tetap berdoa agar diberi
kesabaran apapun hasilnya, baik diterima atau dokumen tidak sampai sama sekali.

 

Arlanda

Ditengah kerisauan, pada minggu malam akhirnya saya membuka web dhl untuk
tracking dokumen. Ajaib! pada hari Jumat menjelang tengah malam, dokumen
tersebut sudah sampai di Soekarno Hatta dan hari Sabtu pagi sudah terbang
meninggalkan salah satu bandara internasional di Indonesia itu. Puji syukur
saya ucapkan tak henti-hentinya.

Beberapa hari kemudian, pada tanggal 31 Januari 2012, saya kembali melakukan
tracking, di hasil tracking tertera dokumen telah sampai di bandara Arlanda.
Saking penasarannya saya sampai googling bandara Arlanda, yang ternyata
berada di dekat alamat tujuan dokumen itu. Senang sekali rasanya saat melihat
status dokumen saya di universityadmission telah berubah menjadi “telah sampai”

Saya langsung menelpon teman, meminjam kartu kreditnya, untuk membayar biaya
pendaftaran sebesar 900SEK. Saya memang sempat pasrah dan jaga-jaga; jikalau
dokumen tidak sampai, saya tidak perlu membayar biaya pendaftaran.

Plong rasanya hati ini saat proses pendaftaran sudah selesai dan tinggal
menunggu seleksi dari dua Universitas yang saya daftar, yaitu:
Chalmers University of Technology (Master, Interaction Design) dan
Uppsala University (Master, Human Computer Interaction)

 

……

Beberapa bulan berlalu, saya telah sering kontak dengan international officer
dari Uppsala yang sangat ramah dan beberapa kali berhubungan dengan kontak
dari Chalmers melalui email.

Sampai saat itu belum ada pengumuman penerimaan mahasiswa baru, pada tanggal
14 Maret 2012 ada sebuah email masuk dari officer di Uppsala yang berisi:

Dear applicant,

Thank you for applying for a scholarship from “The Uppsala University IPK scholarships”. The scholarship admissions round is over and a final list of students for the annual scholarships has been selected. However, we are sorry to inform you that your name is not included in it. The decision is final and appeals are not accepted.

Please note that this is NOT an admission decision. You will get a first notification of selection results from University Admissions in the middle of March.

Wow! Saya tidak mendapatkan beasiswa dari Uppsala – yang merupakan
pilihan kedua saya. Saya juga belum tahu apakah akan diterima di
salah satu atau kedua universitas tersebut.

Saya hanya dapat berdoa dan berharap agar mendapatkan yang terbaik.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s