Mantain your 30 days of Challenge


Hej!

A friend of mine has made interesting post about interesting topic.
You can read his thought at his tumblr, the main idea is
to challenge yourself to do little (or big) things that
you always avoid, for 30 days. And the result,
as you guess, is simply amazing!

***Lets switch back to Indonesian***
Sebenarnya tidak ada pakem tentang jumlah hari yang pasti
untuk merubah kebiasaan kita. Variabel tersebut akan bergantung
terhadap kebiasaan yang ingin dirubah / kebiasaan baru yang
ingin diperoleh; dan tentunya kembali lagi kepada
individu yang ingin melakukan challenge tersebut.

Ada banyak tantangan untuk menjaga konsistensi
individu untuk tetap setia melakukan challenge tersebut.
Tapi, kalau individu tersebut kuat untuk bertahan
menaklukan tantangan, tentunya mereka akan merasakan
suatu pengalaman dan perubahan baru yang tidak pernah
mereka bayangkan sebelumnya.

 

Contoh Simple

Seseorang yang sudah melakukan challenge untuk diet,
diundang untuk datang ke resepsi pernikahan kawannya.
Seperti umumnya resepsi, banyak makanan lezat
yang menanti untuk disantap. Cobaan pun datang.
“Kapan lagi nih makan enak gratis?”,
“Wah, gw baru pertama kali liat makanan X yang keliatannya enak kayak gini”,
dan banyak godaan lain.

Orang tersebut, akhirnya luluh untuk memberikan “toleransi”
kepada challenge yang telah dia buat sendiri.
Alasan klise: “Toh cuma sekali ini, besok-besok gak lagi deh.”
Apakah karena toleransi ini, challenge orang tersebut
tidak akan berjalan mulus untuk selanjutnya?
You bet!

Tiap orang mempunyai tips masing-masing
untuk menjaga keterlangsungan challengenya.
Pada post kali ini saya akan share tips saya untuk menjaga
challenge yang saya lakukan. Saya telah melakukan challenge
setelah bulan puasa tahun lalu. Namun, baru melakukan
tips seperti yang akan saya share di post ini mulai
bulan Desember 2012. Efeknya luar biasa, challenge saya
lebih terkontrol; dan saya bisa melihat dan menentukan
target dengan lebih jelas.

 

Jadi? Bagaimana saya melakukannya?

Simple. Dengan menggunakan kertas ukuran A1, sticky notes,
dan spidol!

Ini adalah versi bulan Desember.

room2-1

Saya membagi challenge ke beberapa kategori
dan menuliskan challenge tersebut ke sticky notes
yang lebih kecil. Kemudian, di sekitar sticky notes
yang berisi nama challenge tersebut, saya menuliskan
apa yang telah saya lakukan per hari.

Jadi saya bisa dengan jelas mengontrol perkembangan
challenge tersebut. Beberapa challenge juga ada
yang saya Pending karena pada saat itu saya ternyata
lebih semangat untuk menyelesaikan challenge yang lain.

 

room2-2
Kamu bisa mendapatkan kertas ukuran A1 di toko
peralatan kantor atau toko buku terdekat. Waktu
itu saya membelinya di gr*med dengan harga
sekitar 10rb untuk 20 lembar A1.

 

room2-3
Untuk menjaga kelestarian tembok ruanganmu,
selotip yang berbahan sperti kertas bisa digunakan.
Menurut saya penggunaan selotip kertas ini
lebih manusiawi, atau rumahsiawi if you will, terhadap
cat tembok rumah. Karena biasanya, jika menggunakan
selotip plastik, maka cat tembok akan terkelupas
saat melepas selotip tersebut.

Solusi ini sangat efektif karena challenge kita
terpampang dengan besar di tembok ruangan.
Akan ada sesuatu yang “hilang” jika kita belum
melaporkan progress challenge kita setiap harinya.
Secara pribadi saya lebih suka menulis di
“kertas tembok” daripada digital, ada experience
yang berbeda.

Semoga teman-teman bisa menyelesaikan challenge
dengan baik dan merasakan perubahannya.

Hej do!

Advertisements

3 thoughts on “Mantain your 30 days of Challenge

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s