Natamorta


*Notes: post kali ini agak OOT dari postingan saya yang biasanya.
Just personal post, jika memang sedang ada waktu luang, carry on.
Jika Anda mau mencari sesuatu yang lebih bermanfaat,
baca postingan saya yang lain dan jangan baca post ini.

Rutinitas bolak-balik bekasi-bandung dimulai lagi minggu ini,
ada beberapa urusan yang tidak bisa dilakukan secara remote
dari rumah:beresin prototype, meeting+presentasi, dan ngasih
footage meetup#1 KB ITT yang harus segera release.
Urusan pertama lancar, yang kedua, sayangnya
ga bisa ketemu dengan video editornya.

Rasanya ga enak karena video tersebut belum bisa diselesaikan.
Untungnya hasil meeting positif. Selain itu saya bertemu dengan
salah satu penulis buku di seminar yang diadakan lab multimedia ITT,
yang menginspirasi saya dan teman-teman untuk menulis buku.

Beres presentasi hari kamis dan jum’at, sabtu pagi saya berencana
pulang ke rumah. Tiba-tiba jum’at malam salah seorang teman
mengajak untuk datang ke pameran DKV ITB- Natamorta
(padahal dia udah 2 hari berturut-turut dateng).
Kebetulan ada seorang, yang sudah lama tidak bertemu,
juga pameran di Natamorta.

Jadi, saat teman saya membujuk datang untuk memberi support,
dengan kata-katanya yang sangat persuasif
“Yah paling ga anggap aja sebagai temen kasih support lah,
masak saya doang yang dikasih support..”,
saya jadi teringat dengan pengalaman pameran saya:

Pameran dimana-mana, belum pernah didatengin teman dekat/keluarga;
kecuali saat pameran Mandiri Young Technopreneur 2012 di JCC,
walaupun cuma sebentar Bapak saya sempat mampir.
Wajar saja, soalnya mayoritas pameran yang pernah saya ikuti
tempatnya di belahan dunia lain dan atau tertutup
untuk visitor umum.

Akhirnya pulang ke rumah pun ditunda sebentar, sempet ditilang
polisi dan dapet slip biru, tapi ternyata semua itu terbayar,
karena pamerannya keren banget! (ketauan jarang dateng
ke pameran art di Indo).

Lokasi pamerannya terletak di Gdg. Perusahaan Gas Negara, Braga.
Sampai di lokasi sekitar 11.40, kami memutuskan untuk mencari
Masjid untuk shalat Dzuhur dulu- walaupun masih 20 menit lagi
masuk waktu- takutnya keasyikan liat pameran,
nanti Dzuhurnya telat.

Setelah bertanya kepada juru parkir di Braga, ternyata
ada Masjid di seberang gedung tersebut, agak masuk ke dalam
gang. Saat ingin menyebrang tiba-tba teman saya berteriak
“Itu dia orangnya!”
“Ah!” long time no see! Kami pun tersenyum lebar, menyapa,
dan bersalaman; seingat saya, kami hanya pernah satu-dua kali
bersalaman. Siang, di tengah kemacetan Braga.
Really awkward moment.

Beres shalat dzuhur kami langsung menuju gedung pameran.
Di lantai pertama ada karya-karya delegasi, booth makanan
dan minuman, dan stage untuk band melantunkan lagu yang
meramaikan acara tersebut. Di ruangan delegasi, karya yang
paling menarik menurut saya adalah empat gambar tengkorak
kepala dengan ekspresi seperti emoticon. Hal yang membuat
painting ini lebih menarik adalah captionnya – yang berisi
tentang kematian, namun entah kenapa saya dan teman malah
tertawa membaca caption itu; mungkin karena sarkasme yang
digunakan penulis.

Radikal
*foto dari kamera teman

 

Puas melihat karya yang bagus2 di ruangan delegasi, saya
dan teman kemudian berjalan-jalan di lantai satu gedung.
Saat melihat wacom, muka teman saya seperti berbinar-binar,
beberapa hari yang lalu dia juga ikut lomba speed painting
di Natamorta. Langsung saja dia mengambil kursi dan mulai
menggambar wajah orang, gambarnya bagus sekali, saya paling
suka bagian matanya. Sesaat setelah teman saya selesai
menggambar kami dikejutkan oleh kehadiran teman kami yang
pameran di Natamorta. Akhirnya saya meminta untuk diantar
menuju karya yang dia buat.

Kami bertiga langsung menuju lantai dua gedung tersebut.
Di lantai ini dipajang submission yang sesuai dengan tema
pameran – Nartamorta. Ada kelahiran, masa transisi, dan
kematian.

“Coba tebak punyaku yang mana?” tanya dia saat memasuki
ruangan masa transisi. Saya menengok kiri dan melihat
submission yang style nya dia banget; tapi belum sempat
menebak, dia langsung menunjuk artworknya. *doh
At least tebakan saya, walaupun belum 100% yakin,
masih benar.

Melangkah lebih dekat ke artworknya, sekilas langsung terasa
ini gambarnya Aci banget! Tapi ada yang beda dari gambarnya
yang dulu, kali ini jauh lebih matang. It is awesome!
Senang rasanya bisa melihat dia bisa berkembang sejauh
ini. Semoga kelak karya-karyanya bisa menjadi flag ship
DKV ITB atau bahkan Indonesia.

Awesome isn't it? *source personal fb
Awesome isn’t it?
*source personal fb

 

Kemudian kami lanjut melihat submission lain,
yang tak kalah bagusnya. Akhirnya saya menemukan satu
submission yang memasukkan unsur interaksi dengan pengunjung.
Jadi saat pengunjung menginjak alas yang disediakan
sang artist, karya nya tiba-tiba mengeluarkan cahaya.
Keren. Sayangnya sedikit submission yang melibatkan
interaksi dengan pengunjung seperti submission ini.
Well, mungkin ini hanya obsesi pribadi untuk buat
interaction design – related exhibition di Indonesia.

Karena harus cepat-cepat kembali ke kampus untuk
persiapan pulang, saya tidak bisa lama-lama berada
di pameran yang bagus ini. Setelah makan roti bakar
yang dia masak sendiri, akhirnya kami pamit untuk
pulang. Saya jadi tidak enak mengganggu kegiatan
dia, yang harusnya bantu teman-temannya untuk jualan
roti bakar yang enak itu. After all,
came there just to see you. Senang rasanya bisa
kenal dengan orang-orang super berbakat seperti
kalian. Saya jadi makin semangat untuk terus belajar
dan mengembangkan skill.

It’s been three years.
I am glad.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s