15d IxD Sightseeing – day3 – Interaction


Interaction Design sudah berada bersama kita sejak lama,
namun kita tidak menyadarinya.

 
Kurang lengkap rasanya membahas tema Interaction Design
tanpa membahas apa itu Interaksi. Pada post kali ini
mayoritas isinya berasal dari buku Dan Saffer, Designing
for Interaction. Tunggu apa lagi, mari kita bahas
apa itu Interaksi.

 

What is Interaction Design again?

Bahkan orang yang belum pernah mendengar interaction design –
mungkin kebanyakan orang – mengerti bahwa bagaimana cara kerja
device yang mereka miliki sama pentingnya dengan tampilan
device mereka. Smartphone dengan tampilan yang indah, namun
dengan fungsionalitas yang buruk tentu akan menimbulkan rasa
frustasi.

Dan Saffer menjelaskan dalam bukunya Designing for Interaction:

Interaction Design sudah berada bersama kita sejak lama, namun
kita tidak menyadarinya. Setiap saat dalam kehidupan kita
jutaan orang mengirim email, twit, instant message, melakukan
video call, dan mendengarkan musik pada devicenya. Semua
layanan tersebut bisa terwujud oleh engineering. Tapi,
Interaction Design-lah yang membuat semua layanan tersebut
dapat digunakan, bermanfaat, dan menyenangkan.

 
Keuntungan yang didapatkan dari Interaction Design yang baik
dapat dinikmati setiap kita:

  • Pergi ke ATM dan mengambil uang dengan beberapa pencetan simple.
  • Larut dalam keasikan bermain game komputer.
  • Cut dan paste kata di word processor.
  • Belanja online.
  • Twitter dari mobile phone.
  • Update status kita di Facebook.

Tapi kebalikannya juga berlaku. Kita menjadi korban dari
Interaction Design yang buruk dari sekitar kita. Ada ribuan
dari permasalahan Interaction Design yang masih harus kita
pecahkan, misalnya seperti saat kita:

  • Mencoba menggunakan self-checkout di supermarket dan stuck selama 30 menit.
  • Menunggu di halte bus tanpa mengetahui kapan bus selanjutnya akan tiba.
  • Kesulitan saat melakukan sync antara mobile phone dengan komputer.
  • Tidak bisa menebak, bagaimana melakukan setting jam pada mobil kita.

 

Setiap saat behavior (bagaimana cara produk bekerja) terlibat,
maka interaction designer juga bisa dilibatkan dalam tim. Tentu
saja, untuk experience yang terbaik, mereka harus terlibat.

 

Lagi-lagi, Bill Moggridge membagi kisahnya yang terkait dengan
Interaction Design:

Pada tahun 1990, Bill Moggridge, kepala dari perusahaan design
dan juga tempat kerja idaman saya (itupun jika saya memutuskan
akan bekerja di perusahaan yang sudah stable), IDEO; menyadari
bahwa kadang kadang dia dan beberapa teman kerjanya telah
membuat jenis bidang design yang sangat berbeda.

Yang mereka buat buat bukanlah bidang design produk murni,
namun dengan jelas mereka menciptakan produk. Bidang itu juga
bukan design komunikasi, walaupun mereka menggunakan beberapa
bagian dari disiplin ilmu tersebut. Bidang tersebut juga bukan
computer science, meskipun bidang itu banyak terkait dengan
komputer dan software.

Bidang ini berbeda dari bidang-bidang diatas. Bidang ini
menggambarkan semua bidang diatas, namun berbeda, dan bidang
ini terkait erat dengan menghubungkan orang melalui produk yang
mereka gunakan. Moggridge menyebut bidang baru ini Interaction
Design.

Ingat, Moggridge mengatakan itu lebih dari 2 dekade lalu. Kita
hanya tidak sadar bahwa Interaction Design memegang peranan
penting dalam kehidupan kita.

 

Apa itu Interaksi?

Meskipun setiap hari kita telah melihat contoh penggunaan
Interaction Design yang baik dan buruk, namun, sebagai
disiplin, Interaction Design sedikit rumit untuk dijelaskan.
Seperti yang telah kita bahas di day1, Interaction Design
adalah bidang ilmu multi-disiplin yang berakar pada, misalnya:
industrial and communication design, human factors, dan human-
computer interaction.

Lebih rumit lagi, banyak dari Interaction Design yang bersifat
kasat mata. Mengapa OS Windows dan Mac -yang pada dasarnya
melakukan hal yang sama, dan dengan sedikit tune-up bisa dibuat
mirip- terasa sangat berbeda?

Interaction Design terkait dengan perilaku, dan perilaku lebih
sulit untuk diamati dan dimengerti daripada penampilan. Lebih
gampang bagi kita untuk menemukan dan berdiskusi tentang sebuah
warna yang mencolok; daripada dengan, misalkan, perilaku saat
melakukan transaksi yang mungkin, bisa membuat kita
pusing bukan main.

Interaksi, secara kasar, adalah sebuah transaksi antara dua
entitas. Transaksi yang terjadi biasanya adalah pertukaran
informasi, tapi juga bisa terjadi pertukaran benda atau layanan.
Interaction Designer melakukan design untuk kemungkinan-
kemungkinan interaksi yang terjadi. Interaksi sendiri terjadi
di antara orang, mesin, dan sistem, dalam kombinasi yang
beragam antara ketiga entitas tersebut.

 
 
Sources:
http://www.designingforinteraction.com/

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s