15d IxD Sightseeing – day7 – About User – Cognition


Aspek kognisi yang paling terkait dengan Interaction
Design adalah perhatian, persepsi dan rekognisi, dan
ingatan.

 
Mengapa kita harus memahami pengguna?
Pertanyaan yang mungkin dapat dengan mudah kita jawab,
namun memiliki sifat yang agak ‘tricky’.
Helen Sharp beserta koleganya dalam buku Interaction
Design menjelaskan pentingnya pemahaman tentang
pengguna:

  • Berinteraksi dengan teknologi memerlukan kesaradan.
  • Kita harus memperhatikan proses kognitif(kesadaran)
    yang terlibat dan batasan kognitif dari pengguna.
  • Kita dapat memberikan pengetahuan tentang apa
    yang bisa dan tidak bisa pengguna lakukan.
  • Mengidentifikasi dan menjelaskan asal dan penyebab
    permasalahan yang dihadapi pengguna.
  • Menyediakan teori, tools pemodelan, arahan, dan metode
    yang bisa membantu kita mendesign produk interaktif yang lebih baik.


 

Apa itu Kognisi(kesadaran)?

Kognisi mempunyai beberapa aspek inti yang membangunnya:

  • Perhatian (Attention)
  • Persepsi dan Rekognisi (Perception & Recognition)
  • Ingatan (Memory)
  • Membaca, mengucap, dan mendengar
  • Pemecahan masalah, perencanaan, pemikiran dan
    pengambilan keputusan, dan pengetahuan.

Aspek kognisi yang paling terkait dengan Interaction
Design adalah perhatian, persepsi dan rekognisi, dan
ingatan.

 

Perhatian

Definisi sederhana dari perhatian adalah saat kita
memilih untuk memusatkan pikiran pada sesuatu, dalam
satu waktu, diantara banyaknya informasi yang ada di
sekitar kita.

Perhatian, yang terdiri dari indra audio dan/atau
visual, memungkinkan kita untuk fokus kepada informasi
yang relevan dengan apa yang sedang kita kerjakan.

Kemampuan untuk fokus dan membagi perhatian
memungkinkan kita untuk lebih selektif memilih dari
sekian banyak informasi, namun membatasi kemampuan kita
untuk melacak semua kejadian yang ada.

Informasi yang terdapat pada interface harus disusun
untuk merebut perhatian dari pengguna, misalkan
menggunakan warna, video, atau suara yang mencolok.

Coba temukan harga double room pada Holiday House di Motel Bradley.

att-contoh-1

Sekarang coba temukan harga double room pada Days Inn di Columbia.

att-contoh-2

Mana yang lebih mudah? Tullis (1987) menemukan bahwa
kedua contoh tersebut menghasilkan keluaran yang cukup berbeda.
Contoh pertama, diperlukan waktu rata-rata 5.5 detik untuk mencari
Contoh kedua, diperlukan waktu 3.2 detik

Mengapa hal ini bisa terjadi, meskipun kedua contoh
mempunyai kepadatan informasi yang sama (31%)?

Spacing.
Contoh pertama menumpuk semua informasinya,
sehingga sulit untuk melakukan pencarian.
Contoh kedua melakukan pengelompokkan terhadap informasi
berdasarkan kategorinya, sehingga memudahkan pencarian.

 

Persepsi dan Rekognisi

Aspek ini membahas bagaimana informasi diambil dari lingkunan
dan dirubah menjadi pengalaman (experiences)

Contoh yang jelas adalah untuk mendesign representasi
yang sudah dapat dipahami dengan jelas, misalkan:
Text harus terbaca dengan jelas
Icon harus mudah dibedakan dan dibaca

Sebaik apa penggunaan kontras warna? Coba temukan “Italian”

cog-contoh-1

 

Apakah border dan white space lebih baik? Temukan “French”

cog-contoh-2

 

Weller (2004) menemukan bahwa diperlukan waktu lebih
sedikit bagi manusia untuk menemukan item pada
informasi yang telah dikelompokkan. Menggunakan border
(contoh kedua) dibandingkan dengan menggunakan kontras
warna (contoh pertama)

Beberapa orang berpendapat bahwa penggunaan white
space yang berlebihan dapat merugikan proses pencarian
informasi pada halaman web.
Bagaimana pendapat Anda?

 

Ingatan

Pertama-tama ingatan melibatkan proses encoding,
setelah itu baru mengambil pengetahuan. Namun, hal
yang harus diperhatikan adalah kita tidak dapat
mengingat semua hal – dikarenakan penyaringan dan
pemrosesan yang terjadi dalam otak kita.

Jadi bagaimana kita “membujuk” otak pengguna untuk
lebih mengingat informasi yang disajikan?

Konteks.
Konteks sangat penting untuk bumbu informasi yang
disajikan, sehingga otak kita menandai bahwa informasi
yang telah diberikan konteks sebagai informasi penting
yang harus diingat. Contoh konteks adalah penambahan
informasi dimana, kapan, dll.

Ada fakta yang mengatakan bahwa manusia lebih baik
dalam mengenali (merekognisi) sesuatu daripada
mengingat kembali sesuatu. Misalkan kita lebih mudah
untuk mengingat gambar daripada kata. Hal ini dapat
menjadi penjelasan mengapa interface didominasi oleh
tampilan visual.

Namun ada saatnya dimana kata-kata, atau tipografi,
dapat kita jadikan sebagai elemen visual utama.

  

Source:
http://www.id-book.com/secondedition/chapter3.htm

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s