Bedroom Gravity


 Photo Credit: Âtin via Compfight cc
Photo Credit: Âtin via Compfight cc

Moi! Siapa yang tidak senang bisa sesuka hati pulang-pergi Bekasi-Bandung
dan mengerjakan pekerjaan dari mana saja, tanpa batasan, yang penting
pekerjaan beres? Enak bukan?

Pengalaman beberapa bulan belakangan yang saya alami memang benar-benar
menyenangkan. Hati senang, produktivitas meningkat, dan perut tetap
kenyang 🙂 Tapi tunggu dulu, produktivitas yang sangat tinggi di Bandung
bisa berbalik 180 derajat setelah tiba di rumah.

Entah kandungan apa yang ada dalam kamar saya, jika diamati
kamar saya hampir sama dengan kamar pada umumnya. Saat di duduk menghadap
komputer biasanya dari belakang muncul suara-suara, entah apa, yang
membisikkan untuk istirahat sebentar. Biasanya pesan yang disampaikan
“capek ya? bisa kali lurusin badan 5 menit” yang biasanya akan berakhir
dengan saya yang ketiduran 😀

Sangat berbeda dengan keadaan di Bandung dimana saya bisa terjaga hampir
seharian, tidur jam 9 malam, bangun sekitar jam 12-1 pagi, kemudian lanjut
lagi. Benar-benar pola hidup yang menyenangkan, karena bisa bangun untuk
shalat malam, dan siangnya bisa siesta 30-60 menit. Sedangkan kalau di rumah
waktu siestanya bisa di-extend berkali-kali lipat.

Ada apa gerangan? Mungkin saat di Bandung lingkungan sekitar saya banyak
yang aktif di depan komputer juga, entah ngoding, baca komik, nonton, atau
ngerjain sesuatu, sehingga saya juga ikut semangat. Sedangkan di rumah
atmosfirnya sunyi senyap dengan lampu yang sedikit redup, ditambah dengan
kasur yang sangat enak untuk ditiduri. Sepertinya faktor terakhir juga
menyumbang peranan yang cukup besar.

Kalau biasanya dengan minum secangkir kopi bisa membantu saya melek
selama di Bandung, ternyata kopi juga kurang mempan jika digunakan di rumah.
Beberapa kali saya tetap “meluruskan badan” setelah minum kopi. Ajaib.

Akhirnya untuk mengatasi panggilan-panggilan tersebut saya memutuskan
untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Kebetulan sudah lama tidak gowes
di Bandung, dan sudah lama sekali (terakhir SD) gowes di daerah rumah.
Setelah kemarin bongkar dus dan merakit sepeda impian yang akan dibawa
untuk menemani kuliah nanti, sore tadi akhirnya muter-muter daerah
Kalimalang dan BKT. Lumayan untuk pemanasan. Semoga bisa rutin.

Screen Shot 2013-07-10 at 5.42.22 PM

Sepertinya solusi dari tarikan kamar ini adalah pergi dari kamar kalau
memang ingin mengerjakan sesuatu. Saya pernah mencoba menyelesaikan kerjaan
di balkon dan jauh lebih lancar dari pada di kamar. Atau ke Bandung aja
sekalian, entah kenapa lebih enak di Bandung.

“Kamar” dalam kasus saya bisa dijadikan analogi oleh teman-teman sebagai
tempat yang terlalu nyaman, sehingga yang tadinya tempat tersebut diharapkan
dapat meningkatkan produktivitas, malah memberikan efek sebaliknya. Intinya
adalah variasi tempat dan coba cari suasana baru agar tidak bosan. Di Bandung
juga saya berpindah-pindah tempat/ruangan/meja dalam mengerjakan sesuatu.

Kalau harus stay di suatu tempat, bisa juga ubah layout dari tempat tersebut
untuk memberikan suasana yang lebih fresh.

Hei hei!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s