Agustus 2012 – A Year Ago


“I hope everybody could get rich and famous and will have everything they ever dreamed of, so they will know that its not the answer.”
Jim Carrey

Pertanyaan yang sama mungkin sempat terkilas di benak mahasiswa saat mendekati
waktu kelulusan. Mau kerja, buka usaha, kuliah lagi, atau mau yang lainnya?
Di level yang lebih tinggi lagi, mungkin ada yg sudah merencanakan untuk
berumah tangga atau bertanya tentang makna kehidupan.

Sebenarnya masih ada perasaan sedih karena belum mendapatkan beasiswa SI
Scholarhip untuk pergi ke Swedia dan harus menunggu setahun ke depan. Tapi bisa
dibilang bulan Agustus 2012 merupakan salah satu bulan yang penuh berkah (lagi)
untuk kami, terlebih lagi saya. Untuk menghibur hati yang masih sedih, saya mencoba jajal I’tikaf di 10 hari terakhir ramadhan. Suatu saat di ceramah subuh, ada pembahasan tentang surat Az-zumar ayat 53 yang membuat hati bergetar.

Masih niat ke Chalmers ceritanya :)
Masih niat ke Chalmers ceritanya 🙂

Perjalanan kehidupan saya memang masih sebentar, tapi untungnya pengalaman
yang telah saya rasakan, pengalaman sangat baik maupun buruk, menyadarkan diri ini bahwa kebahagiaan itu datangnya dari dalam diri kita masing-masing.

Dia tidak datang dari banyaknya uang, gadget, ketenaran,
dan hal lain yang menurut persepsi orang banyak dapat membawa kebahagiaan.
Bisa berkumpul dengan keluarga dengan kondisi sehat melalui harta yang berkah
sudah cukup bagi saya. Mungkin agak vague dan terlalu sederhana, tapi memang
begitu adanya, at least bagi saya.

***

Beberapa hari sebelum perayaan 17an, sudah mendekati hari lebaran, tiba-tiba
Ibu Retno dari BK (alm.) mengabarkan kalau Mahasiswa Berprestasi Kopertis diundang untuk upacara di kantor Kopertis IV di Bandung. Untungnya dugaan macet
arus mudik belum terbukti saat saya menuju ke Bandung. Karena kampus dijamin sepi dan lab dikunci, saya mencoba untuk menghubungi teman saya yang tinggal di sekitar lokasi kantor Kopertis tersebut; terlebih lagi upacara diadakan di pagi hari – iyalah.

Setelah sampai di Masjid Raya Bandung, perjalanan saya dilanjutkan dengan naik Bus Damri, yang ternyata cukup bagus, ke arah Caheum. Agak was was dan gambling
karena patokan turun yang diberikan teman saya, Arief, hanya sebuah plang salah
satu bank swasta di Indonesia. Dan benar saja, saya salah turun, untungnya
masih bisa bertemu dengan Arief sebelum waktu berbuka.

Keluarga Arief sangat ramah dan ramai, terlebih lagi ditambah aroma bulan
puasa, dan kebetulan mereka memutuskan untuk tidak mudik pada tahun tersebut.
Alhamdulillah besoknya terdapat dapat kejutan dari Kopertis, selain bisa bertemu dengan Pak Adiwijaya sebagai Dosen Berprestasi.

Setelah upacara, saya sempatkan menyapa pimpinan Kopertis IV saat itu,
Prof. Andi Hakim Halim, dengan nekat menyapa, mengenalkan diri, lalu bilang
ke beliau bahwa saya ingin lanjut kuliah di luar dan menjadi prof. seperti beliau. Kemudian mohon doanya, dan mohon surat rekomendasinya nanti. Walaupun
akhirnya tidak jadi meminta surat rekomendasi ke beliau, saya cukup senang
karena mendapat respon positif.

Saya harus segera pulang ke rumah dari Bandung; untungnya Pak Tatang BK membawa motor dan bersedia mengantar ke daerah Pasteur, saat itu sekitar jam 9 kurang. Alhamdulillah sampai tepat waktu di rumah sebelum Jum’atan.

***

Netbook nya
Netbook nya

Karena saya sudah punya laptop dan kurang memerlukan hadiah tersebut, akhirnya
saya kembali membuka lapak jualan, kali ini barangnya netbook. Ternyata, yang
berjodoh dengan netbook tersebut adalah Ibu APK. Proses negonya cukup alot dan awkward, agak tidak enak hati juga harus nego dengan Ka. Bengkel yg telah mengayomi lab dan bekerja bersama setelah satu tahun.

Pada bulan yang sama alhamdulillah tim Gatotkaca mendapatkan penghargaan yang menurut saya cukup besar, Anugerah Inovasi Jawa Barat. Senang dan seram sempat bercampur jadi satu, karena saat penganugerahaan di gedung sate bersama Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, kami bertemu dengan awardee lain yang mantap2.

    Ka Dody saat menerima penghargaan
Ka Dody saat menerima penghargaan

Uang hadiah yang saya terima dialokasikan untuk beli software asli, seperti Rosetta Stone dan Adobe STE, pokoknya skill bahasa Swedia harus meningkat secara drastis. Sayangnya Rosetta Stone tidak melayani shipping ke Indonesia. Akhirnya saya nitip tante saya untuk membeli software tersebut di US, kebetulan dia dan keluarga akan main ke Indo setelah lebaran. Saat melakukan transfer ke bank di luar negeri, ternyata fee nya sangat mahaal.

Agar usaha yang dilakukan mendapat berkah, saya membeli Adobe STE, sekaligus mengurangi angka pembajakan software. Tersedia diskon sampai 85% untuk produk Adobe bagi pelajar dan pelajar. Langsung banting stir dari Corel Draw ke Illustrator; dan belajar Illustrator dari 0, ternyata seru juga!

***

Alhamdulillah setelah lebaran, walaupun sudah mulai ga dapet THR, pundi-pundi masih memadai untuk membeli perlengkapan naik gunung bulan depan. Renungan selama bulan puasa semakin membulatkan tekat saya untuk fokus daftar kuliah tahun depan dan tidak melamar kerja. Agak nekat juga karena kemungkinan saya tidak berpenghasilan selama satu tahun ke depan. Sembari itu, rencananya adalah mengembangkan startup bersama teman-teman seperjuangan yang sudah lulus, dan sama sama nekat juga hidup tanpa ‘kepastian’.
Tapi sebelum itu saya memutuskan untuk mencoba menaklukan salah satu ketakutan terbesar saya.

5 thoughts on “Agustus 2012 – A Year Ago

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s