Desember 2012 – A Year Ago


Habibie :”Demi ini (pesawat) aku telah kehilangan banyak waktu bersamamu. Bersama anak-anak. Bersama keluarga. Tapi mereka tidak percaya, bahwa bangsa ini bisa mandiri.”
(Pernyataan setelah lengser dan memegang hasil karyanya yg penuh debu)
*Lalu meringis menahan tangis. Ainun menenangkan memeluknya dan tangis Habibie pun pecah*

Email permintaan saya terkait konsultasi motivation letter langsung dibalas dengan positif oleh Ms. Jackson. Senangnya, terlebih lagi dia sedang liburan di sekitar Himalaya. Tidak terbayang bagaimana caranya dia mendapatkan koneksi Internet.

Selain itu, biasanya saya juga konsultasi dengan dosen Bahasa Inggris 1 saya, Ms. Retno yang sedang ambil PhD di IUB Bloomington; dan untuk urusan cek grammar saya minta tolong ke Mba Kania. Di IUB Bloomington sebenarnya ada jurusan HCI yang terkenal juga, namun sepertinya saya lebih tertarik ke benua biru.

***

Tim Qronis juga coba mendaftar Mandiri Young Technopreneur pada bulan ini. Di sela kesibukan akhirnya kami berhasil submit. Entah faktor apa, sejak saat itu, bisa submit saja diri ini rasanya sudah senang, urusan hasil nanti dulu. Karena biasanya walaupun memiliki banyak resource dan ide yang ingin dituangkan, belum tentu akan terealisasi. Contohnya posting2 di blog ini sendiri 🙂
Bisa jadi pelajaran berharga untuk menekan sifat perfeksionis; dan langsung mengerjakan sesuatu, yang harusnya dikerjakan.

Mendekati akhir tahun, pundi-pundi keuangan sudah mendekati batasnya, sekarat. Sisa pundi-pundi niatnya akan dialokasikan untuk biaya pulang, sekalian merayakan tahun baru di rumah. Namun tiba-tiba Pak Adi mengajak Qronis ke Cirebon untuk melakukan pengabdian masyarakat. Akhirnya saya dan ucup berangkat ke Cirebon dengan mempersiapkan materi seperti handout, slide, sampai kartu nama. Di sana kami bertemu dengan Pak Maman, yang ternyata rumahnya hanya bersebelahan desa dengan Pak Adi.

Kami  memberikan penjelasan ke ibu-ibu, yang ternyata guru TK dan SD di daerah tersebut. Dari penjelasan itu kami juga mendapat feedback. Kalau kata Steve Blank, go out to your customer.

Alhamdulillah, rezeki datang dari arah yang tidak terduga. Padahal saya dan Ucup, yang lagi sama-sama tipis, tidak berharap apa-apa dari pengmas tersebut. Begitulah roda kehidupan, kadang di atas, kadang di bawah. Selalu ada surprise, kita tidak tahu apakah esok hari giliran kita pindah ke atas atau ke bawah. Yang pasti, keduanya adalah ujian yang harus kita sikapi dengan bijak.

***

Jika ditanya kapan terakhir kali nonton di bioskop, mungkin saya akan kebingungan untuk menjawabnya; hanya film-film tertentu saja yang saya tonton di bioskop – kecuali kalau teman-teman lab yang ngajak.

Di bulan tersebut ada film yang sudah kami tunggu sejak lama. Cetakan novel film tersebut, telah dibubuhi tanda tangan sang pengarang, tercantum untuk orang-orang yang saya banggakan. Novel itu tersimpan rapi di jajaran buku di kamar.

Pulang dari bioskop, di lab, kami langsung memutar lagu yang dinyanyikan oleh BCL tersebut; di-repeat sampai berjam-jam. Mungkin perasaan haru masih terbawa, walaupun kami sudah berpindah ruang, keluar dari studio bioskop.

OST nya memang belum release, jadi kami mendengar lagu tersebut via Youtube. Top commentnya bener banget
Habibie :”Demi ini (pesawat) aku telah kehilangan banyak waktu bersamamu. Bersama anak-anak. Bersama keluarga. Tapi mereka tidak percaya, bahwa bangsa ini bisa mandiri.”
(Pernyataan setelah lengser dan memegang hasil karyanya yg penuh debu)
*Lalu meringis menahan tangis. Ainun menenangkan memeluknya dan tangis Habibie pun pecah*

***

Kami sempat refreshing ke Moko untuk hunting sunrise, padahal malam harinya penyakit leher sempat kambuh, dan sempat berasa hopeless karena setelah diurut keadaan badan malah terasa lebih buruk. Tapi setelah kembali dari Moko langsung sembuh 😀

Sadar kalau deadline tinggal 1 bulan lagi, permintaan surat rekomendasi ke dosen dan mentor pun melayang. Alhamdulillah, respon dari mereka positif semua. Padahal saya baru sadar, saat itu waktu liburan.

Moko-1
Sarapan di Moko

Tahun baru saya lewatkan dengan posting blog di akhir tahun (y)
Yang pertama tentang lanjutan pengalaman mendaftar di Swedia pada tahun tersebut, untuk memotivasi saya mendaftar lagi tahun depan. Yang kedua berisi video time lapse di Moko.
Kemudian bakar-bakar jagung dan sosis bersama teman-teman di gedung F. Saya baru sadar ternyata jagung adalah makanan favorit kami. Sampai-sampai kami harus main poker untuk menentukan orang yang beruntung untuk makan jagung. Siapa yang kalah 2 kali berturut-turut, mendapat kehormatan untuk menikmati makanan favorit tersebut :))

Makanan sehat yang jadi 'rebutan'
Makanan sehat yang jadi ‘rebutan’
Di depan Gd. F, pakai speaker juga
Di depan Gd. F, pakai speaker juga

Happy New Year!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s