Eksperimen Choco Banana Bread


Ditengah kesibukan belajar untuk ujian, sebagai pereda tekanan saya memutuskan untuk memanfaatkan oven yang sedang nganggur. Entah kenapa tiba-tiba teringat rasa banana bread yang enak di Gramed Matraman, ceritanya sedang kangen rumah dan sedang penghematan. Akhirnya, saya putuskan untuk mencoba bereksperimen membuat banana bread, resepnya dapat dari hasil googling.

Berbekal pengalaman ‘internship’ beberapa tahun lalu ke orang tua sebagai tester kue, megangin mixer, dan bentuk2 adonan; saya berangkat ke supermarket untuk belanja bahan yang diperlukan, sekalian belanja mingguan. Sebenarnya butuh baking soda, namun karena saya sudah punya baking powder dan asumsi sepertinya efek baking soda dan powder tidak beda jauh, saya memutuskan hanya menggunakan baking powder yang memang sudah ada di dapur.

Eksperimen pun berjalan lancar, karena banana bread termasuk short bread yang tidak memerlukan yeast. Prosesnya mudah, tidak sesulit kue coklat yang pernah saya buat dengan bantuan orang tua via skype.

Saat percobaan pertama, saya hanya menggunakan feeling, karena tidak punya alat ukur berat atau volume, jadi ekspektasi tidak terlalu tinggi. Namun, ini bukan banana bread biasa, ini choco banana bread. Resep dari halaman ini saya modif sesuai dengan ketersediaan bahan. Hasilnya, tanpa baking soda, seperti brownies pisang coklat, yumm!

banana-1
Percobaan pertama, kita anggap saja brownies pisang coklat
banana-2
Tambah susu kental manis.

 

Karena tekanan ujian begitu besar, saya melanjutkan eksperimen untuk membuat macaroni schotel, roti tawar, dan choco banana bread yang kedua, kali ini ditambah baking soda. Alhamdulillah semua lancar jaya, perasaan puas makan roti keluaran oven di rumah memang tiada tara. Sepertinya saya harus melanjutkan intern dengan orang tua lagi saat liburan nanti.

banana2-1
Tambah cinnamon di atasnya, aroma pas baking mantap
banana2-2
Percobaan kedua, berhasil!
macaroni-1
Yang buat inget rumah

roti-1
Roti tawar yang (untungnya) enak

 

8 thoughts on “Eksperimen Choco Banana Bread

  1. Yummy kayaknya. Di kontrakan saya ga ada oven 😆
    jadi ga bakal bisa bikin beginian. wkwkwkw
    btw, itu yg sosis banyak jualan yg halal ya disana? Disini belum nemu sosis halal euy 😦
    pengen pake banget padahal.. wkwkw

  2. Wah, kalau ada oven bisa dimanfaatkan buat eksperimen 🙂
    Nebeng di kontrakan temen aja? 😀
    Ada toko turki yang jual daging2 halal gitu ka, jadi urusan daging aman hheu.

  3. Wuih, enaknya ada toko turkey. Disini ada sih daging dan ayam. tapi sosis belum nemu yg deket2 sini. Mungkin di Seoul ada.. hehe

    Dulu kosan lama ada oven ga, dipake temen bikin kue biasanya. Daripada nebeng, mending nyari yg tukang bikin kue aja deh :p

  4. Iya, alhamdulillah, bagus untung masih ada yg jual daging dan ayam di sana ka.
    Haha bener2, ga sekalian nyari pendamping ka? :p
    btw, lanjut PhD di sana jadinya?

  5. masih tersentral di Seoul sih. untungnya islamic center ada di kota ini. makanan halal juga ada beberapa 🙂
    Alhamdulillah.

    wkwkwk.. PhD ya? makanan apa itu? 😆
    Mohon do’anya aja lah ya.. dimanapun ntar, semoga segera dapet. wkwkw.. dah bosan ini.. *cepet bosan malah mau PhD* pyuh.

  6. Hho, emang biasanya terpusat di ibu kota ya, tapi untung masih ada di kota tempatnya ka thom.

    PhD, sejenis kue gitu ka, buat adonannya bisa bertahun2, masukin di ovennya juga bisa bertahun2 😀
    insya Allah, semoga berkah dan mendapatkan yang terbaik 🙂

  7. hahay.. aamiin. terima kasih supportnya.
    Semoga bisa segera bikin kue PhD segera. Kue yang lain nunggu segera ada yg bikinin 😆

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s