April 2013 – A Year Ago


Ada yang hilang rasanya kalau ‘nganggur’ tapi nggak belajar, jadi untuk menambah ilmu, saya mulai ikut Coursera lagi. Bisa ditebak course yang saya ambil (atau ulangi) itu apa. Percobaan ketiga di course yang sama, hattrick! Dalam hati sudah tertanam, pokoknya kali ini musti beres semua assignment nya. Course tersebut dimulai pada tanggal 1 April.

Bulan April merupakan saat saat yang genting, kerana seharusnya pengumuman beasiswa dari Universitas di Swedia berdekatan atau bahkan bisa mendahului pengumuman admission dari universitasnya (seperti pada kasus Chalmers tahun lalu). Sayangnya pada tahun ini belum ada kabar yang saya terima mengenai pengumuman beasiswa dari KTH.

***

Pada tanggal 2 April, selepas shalat ashar, saya kembali kerumah dan mencoba membuka email. Detak jantung mulai berdegup kencang setelah melihat dua email dari JKU Gate.

Sekilas potongan email yang terbaru terbaca oleh saya: “There was a mistake…”
Oh no…
Apa gerangan isi email pertama? apa lagi gerangan ada yang salah?

there was a mistake
Header email di inbox

Jadi untuk mengurangi kekecewaan di kemudian hari, saya memutuskan untuk membuka email yang terbaru dulu. Ternyata kesalahan tersebut hanya typo. Jadi apakah isi email pertama?

Detak jantung semakin tidak beraturan.
Astaghfirullah, bismillah!

Belum pernah buka email se-deg-degan ini.
‘Klik’
Setelah dibaca bolak-balik… agak ragu dengan isinya, kemudian saya baca lagi isi email tersebut….

Ya Allah… Ya Allah! Alhamdulillah!
Lansgsung sujud sukur.
Beasiswa yang paling tidak saya kejar dan tidak saya harapkan (saking hopelessnya!! mengingat salah satu beasiswa yang persaingannya paling ketat dan slot untuk project ini sedikit)

Masih dalam keadaan antara percaya dan tidak, saya langsung turun ke bawah, mengabarkan berita gembira ini ke orang tua. Agak ribet juga meceritakan prosedur EM + UTA ini, karena pengumuman UTA belum keluar. Jadi masih gantung, mengingat hanya 10% tingkat penerimaan dari total applicant, dibandingkan KTH yang 25%.

Sekarang doanya jadi, Alhamdulillah, sekarang terserah Engkau saja

Karena alasan tersebutlah saya belum berani untuk memutuskan cerita ke teman-teman tentang berita bahagia ini. Sedangkan pengumuman EIT ICT Lab juga belum keluar. Saya hanya cerita ke beberapa orang, rencananya saya akan cerita ke teman2 kalau semuanya sudah hampir fix.

***

Kembali lagi menikmati kegiatan di Bandung. Akhirnya mimpi untuk membeli sepeda kesampaian juga setelah pergi ke tempat sepeda yang ditunjukkan Arie, kalau ga salah nama toko sepedanya Tenda Biru, ga nyambung pisan!

Awalnya mau ngerakit sendiri, setelah nego2, ternyata si tetehnya baik banget. Saya ditawarkan sepeda rakitannya (yang udah dirakit, tapi belum dia pakai) dengan harga miring. Setelah test drive di jalan pajajaran dan cocok, akhirnya gowes lah dari Gatot Soebroto ke Dayeuh Kolot. Rasa bahagiapun menutup lelah dalam perjalanan ke kampus yang ditemani rintik hujan.

***

Ada wisuda lagi, yang umumnya dilaksanakan pada bulan Maret, kali ini dilaksanakan pada bulan April. Pada kesempatan ini, bro-bro berat dari DMC yang kebagian giliran untuk wisuda: Bobby, Farid, Abe, dan lainnya. Selamat my brother! πŸ™‚

Wisuda DMC, April 2013 (foto dari fb teman)
Wisuda DMC, April 2013 (foto dari fb teman)

***

Yang lebih seru, Komunitas Beasiswa mengadakan Meetup lagi, kali ini dengan tema Swedia! Berkat bantuan dari teman-teman volunteer dan IO, meetup kali ini lebih spektakuler dan bermanfaat.

Banner Meetup (foto Kombes ITT)
Banner Meetup (foto Kombes ITT)

Persiapannya tidak kalah seru dengan waktu yang sama-sama singkat, sekitar 8-10 hari. Karena sudah dibantu dengan volunteer, tentunya saya mengejar target yang lebih tinggi. Kita mulai dari plakat.

Pada awalnya saya sempat ke suatu studio di Bandung untuk konsultasi harga, setelah mengirimkan design dan ngobrol ke workshop mereka, ternyata pengerjaannya memakan waktu yang cukup lama. Selain designnya yang terlalu ambisius untuk sebuah plakat, workshop mereka juga sedang ramai order. Sisi posifitnya yang bisa diambil adalah penghematan, andai saja kami jadi menggunakan jasa mereka, bisa-bisa 2 bulan ke depan kami puasa hanya untuk nombok biaya plakat. (satu plakat 400rb an :))

Akhirnya, kondisi kepepet membuat kreativitas kami berkembang. Dengan bahan mentah tradisional dari saung udjo, ditambah ukiran tangan si aa, print acrylic logo meetup, karton dan kain batik dari pasar kordon, dan keterampilan tangan anak2 DMC, akhirnya plakat made in volunteer jadi dengan apiknya. Rasanya puas dan lebih berkesan. Salut.
Semoga juga meninggalkan kesan positif di hati para pembicara.

Saat itu kami hanya bisa memberikan apresiasi simbolik sebatas plakat, tapi rasa terima kasih kami kepada pembicara yang telah berbaik hati membagikan pengalaman dan waktunya sangatlah besar..

Untuk pembicara, pada awalnya kami berencana mengundang alumni ITT yang pernah mengenyam pendidikan di Swedia, yaitu Mba Adek dan Pak Suyanto. Untungnya, Mba Adek menawarkan untuk mencoba kontak embassy Swedia, yang direspon sangat positif.

Agak was-was juga, karena semua pembicara tidak ada yang berdomisili di Bandung: Mba Adek baru saja tiba di Indonesia dan kemungkinan sedang di Jakarta, Pak Suyanto sedang S3 di UGM, sedangkan kedutaan Swedia juga di Jakarta.

Ternyata kekhawatiran saya menjadi kenyataan. Beberapa hari sebelum acara, Pak Suyanto mengabarkan kalau beliau harus bimbingan satu hari sebelum acara di Jogja, jadi kemungkinan tidak sempat untuk menyusul ke Bandung. Pihak kedutaan juga menyatakan kalau Pak Daniel Johansson tidak bisa hadir. Untungnya poster belum dipublish, dan pihak kedutaan bisa mendatangkan Simon untuk menggantikan Daniel.

Pada pagi harinya, tiba-tiba Pak Suy menelpon. Beliau menanyakan jam dan lokasi acara Meetup. Saya langsung tersenyum sambil berkata dalam hati; haish si bapak ini, seneng banget buat surprise ke anak bimbingannya, padahal udah lulus juga. Jadilah Pak Suyanto seperti bintang tamu kejutan yang tiba-tiba hadir, karena infonya tidak ada di poster. Hal ini bukanlah masalah, karena kedua MC kami sangatlah handal dan siap beradaptasi.

Untungnya plakat untuk Pak Suy juga sudah siap (Sudah terlanjur jadi, dan memang niatnya mau kami berikan kepada beliau saat beliau tiba di Bandung)
Gak lucu kan kalau nanti plakat si bapak beda sendiri.

Cho, Daus, Arga, Simon, Pak Suy, dan Mba Adek bersama plakat handmade
Cho, Daus, Arga, Simon, Pak Suy, dan Mba Adek bersama plakat handmade

Konsep acaranya lebih seru, bisa ngobrol langsung dengan pembicara di saat break, banyak snack dan bisa nyeduh kopi sendiri juga, sruput. Selesai acara volunteer makan makan bareng. Setelah itu saya diajak ngobrol-ngobrol bareng Mba Ade, Bu Yani, Simon, dan Ibu dari IMT yang baik hati dengan outfit warna orange. Sempat cuap cuap pakai Swedish juga sedikit πŸ™‚ Senang juga karena acaranya sempat dishare sama Embassy of Sweden.

Pembicara sedang dikerubungi oleh peserta Meetup
Pembicara sedang dikerubungi oleh peserta Meetup
Sebelum bubar, malah volunteernya yang foto dengan pembicara. (foto: Embassy of Sweden in Jakarta)
Sebelum bubar, malah volunteernya yang foto dengan pembicara. (foto: Embassy of Sweden in Jakarta)

***

Sebenarnya sebelum meetup saya sempat email KTH mengenai status Scholarship from the Foundation of Engineer Ernst Johnson or a KTH Tuition fee waiver; Pada tanggal 8 April 2013 ada email dari KTH yang berisi:

“Please note that this is an auto directed e-mail to all applicants to the Scholarship from the Foundation of Engineer Ernst Johnson and to the KTH Tuition fee waiver.

Dear applicant,

If you have not received a notification e-mail by now regarding the outcome of your scholarship and/or tuition fee waiver application you are unfortunately not nominated for a Scholarship from the Foundation of Engineer Ernst Johnson or a KTH Tuition fee waiver.

…”

Untungnya sudah agak ‘terbiasa’ dengan email seperti ini, dan alhamdulillah sudah dapat EM, walaupun belum tahu apakah diterima di UTA dan masih harap-harap cemas ke KTH lewat EIT ICT Labs. Email balasan dari EIT ICT Labs pada tangal 17 April berisi bahwa hasil akan diumumkan 1-2 minggu lagi, semakin cemas.

Tapi ada berita baik, scripthink melaju buat pitching di IDByte. Sebelum meetup, sekitar tanggal 10 April, saya juga sempat konsultasi ke Pak Suyanto, kalau sudah dapat beasiswa EM, cuman belum pasti karena belum ada pengumuman dari UTA. Beliau menyarankan untuk bilang saja ke pihak UTA kalau udah dapat beasiswa dan meyakinkan saya bahwa mereka akan senang. Awalnya saya ragu, karena kesannya kok gimana, saat mereka sedang seleksi, eh tiba-tiba ada applicant dari dunia seberang bilang kalau dia dapat beasiswa.

Sebenarnya setelah dipikir-pikir, tidak ada salahnya juga sih, mungkin hanya perbedaan budaya. Ternyata hal itu terbukti dengan balasan dari International Officer:

“Hi,

this is excellent, congratulations! We are now finalising the selections and hope to be ready late next week. I’ll send you email as soon as the Dean has signed the list of new students!”

Tidak disangka, pengumuman UTA yang dijadwalkan bulan Mei, ternyata sampai lebih cepat, pada tanggal 19 April 2013, saya mendapatkan email yang berisi notifikasi bahwa aplikasi saya diterima. Alhamdulillah (lagi-lagi)
Beberapa hari kemudian bermunculan email untuk mengurus EM dan UTA.

Terus bagaimana dengan EIT ICT Lab?
6 hari setelah pengumuman UTA, masuk email dari EIT:

“…
We are pleased to inform you that you have been accepted as a degree student to the EIT ICT Labs Master’s Programme with a technical major in Human Computer Interaction and Design starting autumn 2013.

Your Letter of Acceptance is attached to this e-mail.

Best wishes,

EIT ICT Labs Master School Office”

Alhamdulillah, surprise bertubi-tubi, bisa diterima di semua kampus yang diapply pada tahun ini.
Tapi tunggu dulu, bagaimana dengan beasiswa dari EIT ICT Lab? Saya langsung mengirim email untuk klarifikasi beasiswa, kalau dapat juga, malah semakin bingung; karena saya sudah menerima EM dan UTA.

Benar-benar bulan yang seru, karena bulan ini ada Meetup Komunitas Beasiswa IT Telkom lagi!
Untuk yang ketiga kalinya, hanya selang dua minggu dari Meetup#2, kebayang workloadnya para volunteer.
Walaupun berkutat dengan kuliah dan tubes, masih mau banting tulang buat bantu menghidupkan mimpi teman-teman yang ingin belajar ke luar negeri. Merci!

Meetup#3 Komunitas Beasiswa IT Telkom
Meetup#3 Komunitas Beasiswa IT Telkom

Serunya meetup 3, team nya lebih mandiri (termasuk sponsor berkurang) dan tempat yang biasanya kami gunakan, telah dibooking untuk acara lain. Akhirnya kami harus menggunakan GSG, dekor gedung sebesar itu tanpa dana? sound? konsumsi? publikasi? sponsor? plakat? dll?
Kalau ngeluh dan teriak2, posting kali ini, yang sudah panjang, bisa tambah panjang lagi.
Alhamdulillah, dimana ada kesusahan, di situ ada kemudahan. Senang rasanya bisa kerja sama dengan volunteer yang kreatif dan tetap tenang untuk mencari solusi. Hasil akhirnya malah lebih bagus dari ekspektasi, dekorasinya top, ada live music, sesi skype bareng student yang di perancis, hadiah buku, dan yang pastinya lebih seru. Great job! Ga bakal ada habis2nya kalau saya muji dan terima kasih pada kalian, semoga segala urusan dan cita-cita kalian dapat tercapai, berkah, dan dimudahkan. Aamiin.

* Oh ya, kami juga dapet sponsor dari KSD, makan ayaam πŸ˜€ Terima kasih atas supportnya, Nang.
** Saya dan daus beberapa malam sebelumnya sempat ‘disemprot’ saat mencoba minta sponsor ke salah satu percetakan, kayaknya salah timing ya us.
*** Pada saat tulisan ini dibuat, Kombes ITT, sedang pindahan menjadi Komunitas Beasiswa Universitas Telkom, bagi yang sudah bergabung di Kombes ITT atau belum, silahkan bergabung ke Kombes UT πŸ™‚

Meetup#3
Meetup#3
Ritual wajib, foto volunteer dan pembicara
Ritual wajib, foto volunteer dan pembicara

***

Pada hari Senin terakhir di bulan April 2013, masuk email dari EIT yang cuplikannya:

“…There are two types of scholarships offered to a selected few of the non EU candidates.
Category 1 – which includes a tuition fee waiver, a one-time mobility support package and a monthly allowance.
Category 2 – which includes a tuition fee waiver and a one-time mobility support package.

Only approximately 40% of the students who applied were admitted and only half of them were offered some type of scholarship.

Unfortunately you are not amongst the selected few that were awarded a scholarship. Naturally you are most welcome to try to find other financial support for your studies.”

Tapi sekarang sudah tidak cemas dan berharap lagi, karena sudah seharusnya saya bersyukur karena mempunyai mentor, teman, dan tim yang menakjubkan; serta orang tua yang tidak hentinya mendukung dan mendoakan anaknya; dan tentunya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dengan beasiswa, di negeri dengan sistem pendidikan terbaik dunia.

Walaupun begitu, masih banyak hal yang perlu diselesaikan dan dipersiapkan sebelum keberangkatan.

Advertisements

8 thoughts on “April 2013 – A Year Ago

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s