Agustus 2013 – A Year Ago (Completed)


Suatu hari ada seorang pemuda yang telah mengayunkan kapaknya 100 kali untuk menebang pohon, namun pohon tersebut tidak kunjung tumbang. Datanglah seorang kakek yang melihat pemuda tersebut, yang sedang tersungkur di tanah, bersebelahan dengan kapaknya.

Kakek tersebut memutuskan untuk menolong sang pemuda. Tangannya bergetar, kesusahan mengangkat kapak, jangankan harus mengayun. Dengan terpogoh-pogoh sang kakek mulai mengayunkan kapaknya. Satu ayunan, dua ayunan…

Ajaibnya, pada ayunan ke-lima, pohon tersebut langsung ambruk. Sontak pemuda yang telah putus asa menjadi terkaget-kaget. “Kakek sungguh hebat! Saya sudah mengayunkan kapak 100 kali, namun tanpa hasil. Tapi kakek, hanya dengan 5 ayunan sudah dapat merobohkan pohon tersebut. Apa rahasianya?”

Wajahnya yang penuh keriput tersenyum ke pada pemuda tersebut dan berkata: “Bukanlah kelima ayunanku yang menyebabkan pohon ini tumbang. Namun itu adalah buah dari 100 ayunanmu sebelumnya. Andai saja kamu tidak menyerah dan melanjutkan 5 ayunan lagi dengan sabar, maka kamu akan dapat merobohkan pohon itu sendiri”

Sering kali kita menyerah saat hampir mencapai keberhasilan. Terlalu fokus untuk memperhatikan “ayunan demi ayunan” yang telah kita lakukan. Namun, terkadang lupa untuk bersabar dan tidak bisa melihat akumulasi dari semua “ayunan”; sehingga terburu-buru untuk menuntut hasil.

Untungnya, pada perjuangan kali ini saya tidak mengayun kapak seorang diri. Banyak tangan-tangan yang membantu untuk mengayun kapak dan merobohkan tersebut. Tangan-tangan lain yang mengasah kapak, mengajarkan teknik mengayun yang baik, memberikan air di kala dahaga, menarik tangan agar bangun saat raga terjatuh lelah, memberi semangat dan merobohkan pohon bersama.

Tanpa terasa, pohon tersebut berhasil dirobohkan, berkat bantuan kalian.

Teringat kejadian saat sudah menginjak kaki di benua biru. Saat adzan maghrib di suatu masjid, tiba-tiba seorang teman bertanya “Apakah kurma ini punyamu?”, “Ya”, “Bolehkah aku makan?”, “Tentu saja, silahkan.”

Tidak ada yang spesial, sampai dia selesai berwudhu dan berkata, “Saya hari ini puasa sunnah, sengaja minta kurma darimu, agar kamu bisa dapat pahala juga”
MasyaAllah…

Alhamdulillah. Terima kasih Ya Allah, telah menempatkan saya di sekitar orang-orang hebat yang berhati baik dan dekat denganMu, sehingga keharuman amal perbuatan dan doa mereka juga menyebar pada diri ini.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian dengan kebaikan yang jauh lebih baik, serta mengirimkan orang lain untuk membantu kalian dengan bantuan yang lebih baik dari bantuan yang telah kalian berikan, doa yang lebih baik dari doa yang kalian panjatkan.

Tidak ada yg bisa saya lakukan, kecuali berdoa untuk kebaikan kalian.

Well, tentunya kalau kalian butuh bantuan, paling tidak kalian tau, sudah ada satu orang yang siap membantu sekuat tenaga.

Terima kasih sudah mengantarkan saya untuk mencapai salah satu mimpi yang dari dulu diidam-idamkan.

Kalau ada pertanyaan
Apa rahasianya bisa dapat beasiswa Erasmus Mundus?
Jawabannya sudah jelas, ini semua berkat bantuan “ayunan kapak” dari orang orang di sekitar saya.


Well, here goes the (might be too long for you to read) list:

Teruntuk kedua orang tuaku, terima kasih telah menjadi dua malaikat yang tanpa lelah berdoa, bersabar, dan berkorban untuk saya. Sampai akhir hayat tidak mungkin saya bisa membalas jasa kalian. Semoga kehadiran saya bisa menjadi penyejuk hati dan sumber kebahagian kalian. Semoga Allah ridho dan menempatkan kalian di tempat yang mulia. Aamiin.
(Terima kasih juga untuk saudara, om, tante, oma dan opa atas segala doa serta dukungannya. Kalau tidak dicukupkan sampai sini, mungkin ucapan untuk kedua orang tua bisa jadi satu post sendiri)

Terima kasih untuk Pak Suyanto, seorang pengajar yang luar biasa, layaknya teman yang selalu berbagai cerita yang menginspirari, dari kejadian sehari-hari dan pendidikan keluarganya sampai masalah teknis yang sering membuat saya terbengong-bengong. Terima kasih selalu ngomporin dan support saya untuk belajar di Swedia; menjadi pembimbing Tugas Akhir dengan sabarnya, dan yang paling penting: memberikan trust yang besar kepada bimbingannya.

Saya juga sangat beruntung bisa bertemu dengan Pak Adiwijaya dan Pak Maman. Terima kasih telah memberikan contoh yang baik dalam menjalani kehidupan yang bersahaja, tidak mementingkan dunia dan hanya menjadikannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepadaNya; menjadi pembimbing dan dosen wali yang mudah dijangkau, walaupun sesibuk apapun, tetap rendah hati walaupun dengan jabatan, prestasi, dan amanah kalian yang tinggi.

Kalau ditanya dosen favorit, sudah tentu tiga nama di atas yang akan terucap. Semoga diberikan kesehatan dan kekuatan untuk selalu menjaga amanah yang telah diberikan, di manapun kalian mengemban tugas tersebut.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, banyak pihak yang telah membantu dalam proses perjalanan saya, salah satu prosesnya adalah kompetisi. Saya bahkan bukan designer terbaik yg ada, hanya bisa design konsep, layout, interface, video, proposal, dan presentasi dengan seadanya.

Walaupun dengan banyak pengorbanan, saya sangat menikmati saat bekerja dengan tim Gatotkaca(Malabar) dan Creative.id, dimana saya belajar banyak hal. Dari arti trust sampai nilai kerja tim yang sebenarnya, serta pada saat itu saya juga belajar tidak ada yang tidak mungkin tanpa kerja keras dan usaha. Terima kasih telah mengajak saya untuk menginjak belahan dunia luar, dan membuka mimpi yang telah lama terpendam.

Terima kasih ke pada mentor kami, dr. Tauhid Nur Azhar for being just too awesome! Semoga suatu hari saya bisa mempunyai ilmu dan pengetahuan yang luas, serta dapat mengajarkannya dengan menyenangkan ke orang sekitar. Ka Dody yang dengan randomnya merekrut saya, memberikan contoh yang menarik sebagai pemimpin; Semoga bisa segera mewujudkan mimpinya. Meka yang mengajarkan pentingnya ketelitian dan keteraturan, semoga harapan-harapannya bisa tercapai. Mba Kania yang selalu optimis, semoga nanti anaknya menjadi anak yang berakhlak mulia. Danu yang juga selalu optimis, semoga makin banyak orang yang kamu tularkan dengan optimisme dan senyummu itu. Kang Eman yang mempunyai hati yang sangat tulus; dan Mas Umar yang banyak memperikan contoh time management dan administrasi, semoga kalian selalu dalam lindungan Allah.

Tim Gatotkaca dan Makara bersama Pak Dino Patti di Lincoln Center. (Foto: Pak Julius)
Tim Gatotkaca dan Makara bersama Pak Dino Patti di Lincoln Center. (Foto: Pak Julius)

Berawal dari Pimnas yang pengabdiannya berlanjut sampai beberapa tahun setelahnya, terima kasih juga kepada kesempatan yang diberikan Pak Adiwijaya untuk bergabung dengan Qronis bersama Ucup, Arie, Rifan, dan Putri. Project yang benar-benar menyenangkan karena kami bisa turun ke lapangan dan merasakan, betapa hebatnya kemampuan guru TK untuk “menjinakkan” kumpulan bocah-bocah yang walaupun lucu dan imut, bisa menjadi sangat liar. 🙂
Terima kasih banyak buat Ucup yang udah banyak sekali jasanya dan berjuang bareng sejak saya masuk di DMC, hingga kompetisi dan jungkir balik di dunia startup, belajar hidup susah, kerja serabutan, serta bantuan-bantuan lainnya. Terima kasih atas kerja keras dan kesabarannya. Untuk Arie juga yang kemudian menjadi partner di beberapa project, dengan artwork dan cara kerjanya yang menginspirasi; terima kasih sudah mau banyak direpotkan, terlebih lagi di UIXID, saya harus belajar agar bisa lebih konsisten dan bekerja lebih cerdas. Rifan dan Putri semoga sukses karirnya wahai pasangan serasi, ditunggu undangannya 🙂

Qronis full team (Foto: Ucup)
Qronis full team (Foto: Ucup)

Dengan hobi yang sama kami juga memulai usaha yg lahir dari Pimnas, terima kasih kepada Arfan, Arya, Fraga, dan Ali yang sudah membangun Mobile Photography dari awal. Pengalaman yang sangat berharga dalam dunia usaha, dari susahnya untuk mencari seorang pembeli dan mengalami sendiri pentingnya backup plan, karena terkadang rencana yang bagus tidak bisa berjalan mulus, terlebih lagi rencana yang amburadul. Kami juga kedatangan bakat yang super di bidangnya masing-masing, terima kasih pada Adil, Adit, dan Dine, dengan skill fotografinya yang mumpuni, dan perspektif bisnisnya yang menyegarkan. Seiring perjalanan, saya belajar untuk negosiasi ide serta pentingnya untuk fokus dalam bisnis. Akan sulit jika kita langsung menjalani beberapa cabang bisnis, apalagi ditambah dengan kerja kantoran, tanpa pengelolaan sumberdaya yang bagus, paling tidak bagi saya. Semoga teman-teman sukses dengan karir atau usaha yang sedang di bangun saat ini.

Saat Money Evalution di Pimnas, sebelum dibantai :) (Foto: Fahmy)
Saat Money Evalution di Pimnas, sebelum dibantai 🙂 (Foto: Fahmy)

Terima kasih juga untuk tim yang bareng-bareng mencoba untuk fail often di dunia startup, Ucup, Donni, Abe, dan Ahkam di Scripthink. Pengalaman jungkir balik bersama kalian memang jauh dari kata mudah, tapi benar-benar menyenangkan; dari ngoding bareng di kafe sampai cari makan gratisan di event-event kota Bandung. Gak lupa juga pas bulan puasa nyari ta’jil bareng dengan teman-teman yang senasib. Semakin banyak belajar presentasi dan negosiasi ke orang orang, serta trik untuk marketing produk yang sempat berhasil. Semoga Ucup lancar dengan Proffy-nya; Donni dengan BTP dan project-project lainnya; Abe semoga lancar thesisnya dan bisa mengabdikan diri di Makssar; Ahkam semoga sukses dan lancar studinya di benua biru, see you soon bro!; Semoga kalian segera dipersatukan dengan Ani-nya 🙂

Buka lapak di ngopdul (Foto: Ahkam)
Buka lapak di ngopdul (Foto: Ahkam)

Jika ditarik lagi ke belakang, salah satu alasan yang membuka kesempatan saya bertemu dengan orang-orang tersebut, secara langsung maupun tidak, adalah dengan bergabung dengan lab, baik praktikum maupun riset.

Bukan main senang dan bangganya waktu itu saat tahun kedua kuliah diterima menjadi asisten praktikum di Programming Laboratory; mengingat susahnya masuk lab tersebut, kemampuan saya biasa aja, ditambah IPK yang mengkhawatirkan. Terlebih lagi, saat test praktek kepala ini sudah keleyengan dan mata berkunang-kunang. Soalnya memang cukup menantang, tapi masalahnya saya sedang tahap awal DBD; benar saja, keesokan hari saya langsung pulang dan diopname di Jakarta. Pengumuman lolos ke tahap selanjutnya pun saya terima dari SMS teman saat terbaring di RS. Saat pertemuan pertama asisten, saya memendam mimpi untuk menjadi asisten lab, sepertinya menyenangkan.

Alhamdulillah mimpi itu terwujud dan saya bertemu dengan teman-teman yang sangat ahli di bidangnya dan kompak layaknya keluarga sendiri yang ada di kampus ini. Terima kasih Bu APK atas segala bimbingan dan kesabarannya terhadap kami, dengan hebatnya bisa approach mahasiswa sehingga kami bisa merasa dekat dengan Ibu, sering jalan bareng juga bahkan dengan Pak Guntur dan Gendis; semoga proses kelahiran anak keduanya lancar dan keluarganya semakin sejahtera ya Bu. Rian, Aim, Faris, Damar, dan Oku yang telah bekerja keras selama satu tahun merawat lab dan memastikan praktikum berjalan dengan lancar; reparasi lab; jalan-jalan dan tidur geletakan di lantai; berjuang mengerjakan TA bersama; serta mengisi tahun terakhir S1 saya dengan kebahagiaan. Mohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan, semoga selalu kompak sampai tua nanti.

Terima kasih bro Rian, atas bantuannya sejak jadi penghuni DMC, sampai jadi aslab bareng di IF Lab, bahkan sampe setelah lulus. Kalau kata Ucup, ada quote bagus dari lo “Orang yang stay rich biasanya selalu memperlakukan dirinya susah cuy”. Semoga sukses merityuk.com nya, dan semoga cepet merit juga. Aim, ihirrr, walaupun dijamin jadi bahan bully kalau lg kumpul, kalau yg ini mah terjamin sukses dan tinggal tunggu undangan aja hehe. Faris, admin FAST futsal yang selalu menjaga kesehatan, jagoan jaringan, semoga sukses nyulik orang lomboknya dan dibawa ke Jepang ris. Damar, temen dari sejak asisten di Prolab dulu yang selera musiknya berkelas, ngodingnya paling mumpuni; semoga karirnya makin maju dan jadi ke Jerman buat lanjut kuliah. Oku, semoga dapat kerjaan yang diharapkan dan semoga sukses setelah lulus. Terima kasih atas prakarya dari kalian, saat ini masih tergantung di tembok housing saya.

Foto studio tahun pertama (Foto: Oku)
Foto studio tahun pertama (Foto: Oku)
Dua tahun setelahnya, plus Gendis. Sebelum berangkat ke Finland (Foto: Rian)
Dua tahun setelahnya, plus Gendis. Sebelum berangkat ke Finland (Foto: Rian)

Di posting blog sebelumnya, lab ini telah banyak saya mention. Hampir seperti rumah rumah kedua di kampus, seperti IF Lab, walaupun telah lulus namun kami masih bisa main dan bersantai di lab ini. Lab yang ramai dan menyenangkan; dimana isinya banyak orang-orang yang sangat hebat, walaupun mereka sibuk kuliah, organisasi, dan kepanitiaan, namun tetap meramaikan lab ini. Ibadahnya juga jempolan. Salah satu lab yang sering traveling rame-rame juga, sangat beruntung menjadi bagian dari keluarga DMC. Biasanya saat upgrading kami biasa ngisi sugarbox, semacam kesan dan pesan, tulisan saya biasanya “sangat bagus”, mungkin darah dokter mengalir dalam tubuh ini.

Sama seperti Prolab (IF Lab), jika saya mention semua orangnya tentu posting blog ini menjadi semakin panjang, jadi akan saya mention teman-teman yang saya temui di satu tahun belakangan.

Rian, Ucup, Donni, Ahkam, dan Abe sudah dimention sebelumnya. Bro Farid, pertama kali bertemu pas GemasTIK dengan timnya yang padahal mahasiswa tingkat pertama; saya belajar banyak dari bro yg satu ini, semoga lancar MBA nya dan bisa dapetin si mercy #eh atau kucinglucu #eh atau donatmadu #ehlagi, semangat ya bro, mana aja yg penting barakah :). Adib sang aslab, terima kasih bro sudah diizinkan numpang beberapa bulan, sudah mengajarkan konsistensi dan kerja dengan serius yang memang miss banget dari ane; semoga lancar TA dan wisudanya, tidak lupa bisa mimpi indah setelah ketemu si eta lagi bro #eh #eh. Doni yang juga senang belajar di course online, terima kasih sudah sering mau direpotkan saat ada tugas dan Scripthink minta bantuan; senang rasanya jika di sekitar ada orang yang suka belajar dan mencari pengetahuan baru; semoga hasil spn nya segera dipraktekkan, udah pantas kok bro, bisa dapat kerjaan yang seru atau segera nyusul ke utara sini. Annyeonghaseo Shelby-ssi, terima kasih atas keceriaan yang dibawa di lab, sehingga membawa suasana lebih hidup, memperkaya lab dengan virus koreanya, sering main ke lab walaupun sibuknya setengah mati; semoga bisa mengejar mataharinya dan lancar karirnya. Annyeong juga Ila-ssi, toss dulu ah satu geng ga bisa pedes! Terima kasih sudah membuat lab ini semakin ceria dan semakin kreatif, ide-idenya unik dan keren; semangat belajar koreanya, sampe bawa bendera dan video tutorial Bahasa Korea ke lab. Semoga kalian berdua bisa segera ke Korea biar ga penasaran lagi. Azet yang baik hati, terima kasih suka bantu-bantu tugas course online dan Scripthink juga, bantu sebagai volunteer Meetup Komunitas Beasiswa bareng Shelby dan Ila. Semoga diberikan kesabaran, lancar karirnya, atau bisa lanjut S2 dengan beasiswa. Ayu memperkenalkan delivery mang jajang, terima kasih karena menunya super enak. Ditunggu undangannya sama pangeran berkuda dari Kashmir ihirrr. Terima kasih untuk bos Erwin yang menjaga kedamaian lab dengan pasukannya, semoga wilayah kekuasaannya semakin luas dan dijaga selalu kesehatannya; sungkem dulu bos m(_ _)m. Gugun, terima kasih banyak sudah memberi contoh kehidupan dan kegigihan seorang entrepreneur, walaupun dulu sempet berhenti, kemudian lanjut lagi; Semoga sekarang pilihannya tepat dan bisa membahagiakan orang tua; ditunggu juga undangannya. Thalita, terima kasih atas sharing cerita-ceritanya yang seru dan menginspirasi, memberikan bayangan bagaimana bepergian di benua biru. Semoga sehat selalu dan lancar sekolah bahasanya, next time aku musti minta diajarin kue langsung kayaknya. Monic yang sering dicengin, karena pas dilihat proses ngerjain TA nya facebookan dan twitteran terus. Semoga lancar jaya karirnya. Tami yang hampir setiap ketemu saya tanya ‘jadi kapaan?’, suaranya dan gaya bicaranya khas membuat lab jadi lebih ramai dan berwarna, jadi kapan nih tam? nanti aku dateng deh di undangannya. Aibar juragan risoles cinta, ciee Aibar, maaf ya kami sering ngecengin, tapi maksud kami baik kok; semoga makin sukses usahanya, keren banget bisa usaha di bidang investasi. Danu yang nulis di buku pesan pakai cara nulis yang aneh koma saya sempet bingung pas bacanya titik titik titik Jagoan main PES di lab koma sering dibujuk buat ninggalin tugas buat ngepes titik koma semoga bisa tercapai segala mimpinya ya koma Nu titik. Alip yang baik hati dan tidak sombong tapi sering dibully, yang sabar ya lip, terima kasih sudah sering kami repotin, sering dipinjem juga motornya, udah mengajarkan pentingnya bersabar dan tetap tersenyum; semoga lancar jaya karirnya dan sukses selalu, Lip! Mohon maaf tidak semua nama bisa tercantum, karena kebetulan tema tulisan blog ini tentang perjuangan setahun belakangan, sedangkan saya dibantu teman-teman lab sudah dari jauh-jauh hari; detailnya bisa dilihat di lembar persembahan buku TA. Terima kasih juga untuk anggota lab DMC lama yang saat itu sudah bertebaran di belahan dunia lain atas segala ilmu dan bantuan yang kalian berikan.

Foto Studio DMC 2013 (Foto: Abe)
Foto Studio DMC 2013 (Foto: Abe)

Terima kasih telah memberikan kenangan yang membuat saya berkaca-kaca saat membaca isinya, selama setahun sempat membuat project membawa buku tersebut jalan-jalan; bisa menjadi motivasi saat semangat sedang surut. Harapannya post ini juga bisa berguna seperti buku tersebut.

Terima kasih telah menemani perjalanan saya.
Terima kasih telah menemani perjalanan saya.

Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang mengayun kapak bersama, baik yg telah selesai dan sedang merobohkan pohon yang baru, maupun yang masih berjuang mengayun kapak. Mba Adek atas motivasinya yang luar biasa akan pendidikan di Swedia, terlebih lagi KTH, saya benar-benar berharap bisa lanjut kuliah di sana; senang sekali bisa bertemu saat Meetup#2 Kombes ITT. Ka Syahrul yang sudah berbagi info lengkap tentang kehidupan dan persiapan kuliah di Finlandia; semoga lancar thesisnya. Ka Said yang menjadi inspirasi sejak di HMIF dulu, terima kasih sudah menjawab banyak pertanyaan dan memberikan tumpangan saat di Amsterdam; semoga selalu dalam lindungan Allah dan bisa terwujud segala renananya. Miss Retno yang selalu memotivasi untuk go abroad dan tidak lelah mengoreksi motivation letter; semoga lancar PhDnya ya Bu, tunggu aku di IUB. Andis teman seperjuangan yang selalu semangat dan optimis, mahasiswa super, cepetan ke sini bro. Ka Uun yang selalu menginspirasi, terima kasih atas infonya tentang GATE, setelah hampir putus harapan kalau ada beasiswa EM di bidang HCI; semoga keluarganya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Budi yang selalu konsisten dan terencana, role model banget lah untuk anak-anak kelas; terima kasih atas segala bantuannya, terlebih di saat kita lagi di bawah semua; semoga anaknya bisa lahir dengan selamat serta keluarganya selalu bahagia dan berkah. Arfi si jenius, semoga pilihan jalan hidup yang diambil bisa membahagiakan orang tua. Mugna sang wirausahawan sejati, ane percaya master bakal sukses berat, semoga diberikan kesabaran dan kekuatan untuk selalu berusaha; ditunggu lah penampakannya di cover majalah bisnis. Vio, makasih banyak bro atas segalanya, jaga kesehatan; terima kasih udah ngasih contoh untuk sering-sering nraktir tanpa pikir panjang. Okky, ooh, jadi orang Tasik nih ki? #ihirr. Angga yang diam diam menghanyutkan, suka dibully ternyata duluan, doakan kami semoga bisa nyusul ente bro; terima kasih open sessionnya dan kerja bareng saat bangun project candi; semoga keluarganya selalu diberkahi Allah SWT. Dan semua teman-teman dari Komunitas Beasiswa IT Telkom (sekarang Telkom University), baik admin, volunteer, dan anggota; semoga selalu diberikan kekuatan; ingat cerita di awal tulisan ini? Mungkin saja keberhasilan kalian sudah di depan mata, tetap semangat, berusaha, dan berdoa.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allâh akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allâh (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.” (Sahih, HR. Muslim No.2699)

Terima kasih,
dari seorang yang telah kalian bantu.

2 thoughts on “Agustus 2013 – A Year Ago (Completed)

  1. aslinya lah telat baca yang ini T_T
    terimakasih banyak juga tuan, tanpa disadari tuan udah kasih motivasi yang besar buat banyak orang hehe m(_ _)m
    semangat dan sukses terus disana tuan,semoga Allah ngasih kesempatan kita ketemu lagi tuan,pengen denger serunya ngerasain culture shock,biar nambah motivasi 😀

    HWAITIIIIIING!!!!!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s