Thesis Strikes (Week 7)


Post ini adalah kelanjutan dari jurnal thesis minggu sebelumnya. Post pertama bisa dilihat di link ini.

9.2.2015

Chunks:

  1. Kirim link prototype ke pembimbing dengan beberapa rangkuman singkat tentang hasil survey dan remote testing
  2. Cari inspirasi untuk visualisasi transport
  3. Buat notes dari video kemarin
  4. Cek jadwal untuk yang reschedule (jadi remote testing hari ini?)

Rencananya hari ini mau ambil nafas dulu sambil mengerjakan task yang tidak terlalu makan tenaga dan pikiran. Awalnya mau libur total seharian, tapi khawatir akan merusak momentum kerja thesis. Hasilnya, dipilihlah task yang ringan, namun masih terkait dengan progress thesis. Sebelum berangkat ke kampus, email berisi link prototype ke pembimbing sudah dikirim. Isinya kurang lebih, ini dia prototypenya, mohon dibantai hheu.

Karena ada jadwal reschedule sore ini, jadinya saya pulang cepat ke rumah: agak tidak kondusif jika harus remote testing di kampus. Semoga kali ini lancar dan hambatan-hambatan bisa diatasi.

Alhamdulillah sore ini remote testing berhasil dilaksanakan dan berjalan dengan lancar. Banyak masukan yang berguna diberikan kepada prototype yang sedang dibuat. Walaupun cukup menguras tenanga, tapi sepertinya jadi ketagihan untuk user testing ini, karena bisa langsung mendengar pandangan participant tentang produk yang dirancang; yang biasanya bisa sama atau sangat berbeda dengan perpepsi yang kita miliki saat membuat produk tersebut. Karena kelelahan, analisisnya akan saya gabung besok setelah remote testing selanjutnya.

10.2.2015

Chunks:

  1. Lanjutan remote testing
  2. Buat notes dari video kemarin
  3. Analisis hasil testing
  4. Plan rencana untuk sprint selanjutnya.

Pagi ini akan dimulai dengan sesi remote testing selanjutnya. Meskipun telah menemukan beberapa hal yang bisa diperbaiki, namun saya memutuskan untuk menunda perbaikan sampai sesi terakhir ini selesai. Hal ini bertujuan agar tiap participant mendapat treatment (prototype) yang sama. Semoga testing sesi ini juga lancar dan menyenangkan.

Remote testingnya berjalan lancar. Sayangnya saya belum sempat untuk melakukan analisis detail pada hari ini dan masih dalam state ‘istirahat’. Email dari pembimbing sudah dibalas, beliau menyatakan kalau akan cek lagi hari rabu, nampaknya minggu ini dia sedang sibuk. Sementara itu, saat santai dan istirahat saya coba bantu teman Indo untuk buat brosur acara Waroeng Indonesia untuk weekend nanti dan update portfolio behance.

11.2.2015

Chunks:

  1. Buat notes dari video kemarin
  2. Analisis hasil testing
  3. Plan rencana untuk sprint selanjutnya.

Sebelum analisis, saya lebih senang untuk buat transkrip usability testing agar memudahkan pekerjaan saat butuh referensi terkait quote dan timing. Hal ini berarti menonton kembali rekaman semua testing tersebut sembari live typing, yang menyebabkan jari manis kiri saya sempat pegal. Kenapa jari manis kiri, karena saya biasanya ‘membebas tugaskan’ kerjaan kelingking kiri saat mengetik – sebenarnya ini pelanggaran dalam ngetik sepuluh jari, dari pengalaman kelas mesin tik di smp dulu. Bisa dibayangkan, live typing untuk sesi 3 jam, dan satu jari mempunyai cover area 2x dari yang sesungguhnya, terlebih lagi shortcut di program yang saya gunakan untuk transkrip berada di daeah kekuasaan jari manis kiri (cmd+2, cmd+3, cmd+4).

Untuk membantu proses transkrip yang memakan tenaga ini, saya menggunakan Inqscribe. Overall sangat puas karena sesuai dengan apa yang saya butuhkan: saya bukan expert user di dunia per-transcript-an dan lebih suka control menggunakan keyboard. Inqscribe sangat cocok untuk saya, karena bisa membuat shortcut dan snippet sendiri. Sebagai tambahan, playing speed nya juga bisa diatur. Pada testing kali ini saya menggunakan range antara 1.4-1.6, tergantung dari kecepatan bicara participant. Contoh keyword misalnya ‘tab’ untuk play/pause. Sedangkan untuk snippet misalnya tekan ‘cmd+2’ untuk mengetik kata “[Timestamp] Moderator:”. Value [Timestamp] ini sangat membantu untuk menandakan waktu event atau pembicaraan yang dilakukan. Lumayan untuk latihan refleks pendengaran dan skill motorik, terlebih lagi kalau play speed nya sekitar 1,5 kali lipat.

Transkrip, walaupun memakan tenanga, merupakan aset yang penting untuk dimiliki. Saat proses mengerjakan transkrip, saya mendapatkan beberapa point yang miss. Sudah tentu, kita tidak hanya bisa mengandalkan ingatan atau notes untuk mengambil komentar dan kesimpulan secara mendetail dari sesi testing.

Tampilan inqscribe in action. Sedikit diblur demi menjaga privasi participant dan project
Tampilan inqscribe in action. Sedikit diblur demi menjaga privasi participant dan project

12.2.2015

Chunks:

  1. Revisi prototype berdasarkan hasil analisis usability testing
  2. Cek kemungkinan untuk remote testing? atau live usability testing? *lihat feedback dari pembimbing juga

Mungkin title post untuk minggu ini perlu diberi keterangan: sedang libur. Karena seperti kehilangan momentum, chunks yang harusnya dikerjakan di pagi hari, malah saya tunda sampai siang-sore hari dengan waktu kerja optimal hanya 2 jam. Walaupun sudah sempat browsing dan mencari ide untuk revisi prototype, belum ada progress berarti dalam bentuk sketch; masih dalam bayangan saja. Begitu juga dengan kemungkinan testing selanjutnya, karena beranggapan ‘sudah ada screening questionnaire’, dan ‘sudah invite teman2 secara informal’, tetap saja prosedur resminya belum dilakukan. Sepertinya hari Jum’at harus benar-benar ngebut untuk mengejar ketertinggalan ini. Bisa bahaya ini kalau moodnya ilang tapi ga mau dipaksain đŸ˜€

Beberapa hari lalu sempat menemukan video menarik di TED, menarik cara pembawannya, walaupun kontennya menurut dia ‘about nothing’.

13.2.2015

Chunks:

  1. Revisi prototype berdasarkan hasil analisis usability testing
  2. Kirim screening questionnaire untuk testing selanjutnya
  3. Publish screening via email

Pagi harinya langsung coba cari informasi melalui salah satu tools yang tersedia. Saat ini saya masih dibingungkan karena dari analisis usability testing, result yang didapat terkait inti dari thesis saya kurang memuaskan. Mungkin karena si fungsionalitas inti tersebut belum bisa berjalan dengan mulus dalam form prototype saat itu, atau task yang dilakukan memang kurang fokus ke fungsionalitas tersebut, atau memang anggapan saya kalau fungsionalitas tersebut mungkin bisa berguna kurang tepat, atau cara penyajiannya yang kurang sesuai, dan masih banyak kemungkinan lainnya.

Jadi untuk testing kedepannya, saya akan coba mendefinisikan kembali task yang paling penting di prototype ini, kemudian mencari solusi yang kira-kira bisa digunakan dalam menjalankan task tersebut. Kemudian merubah task yang akan dikerjakan oleh participant.

Kembali ke tools, tools yang saya maksud adalah DATACOLLIDER, besutan MIT Sensable City Lab. Saat mengamatinya saya posisikan sebagai pengguna aplikasi saya sendiri (ingat-ingat goal dan task saat test kemarin), terus membandingkan bagaimana tools tersebut menyediakan solusinya. Dapat beberapa inspirasi menarik yang mungkin bisa ditranslate menjadi sketch. Kita lihat siang ini progressnya.

Malam ini survey screening sudah beres, dan sudah dibuat schedule di mailchimp untuk dikirim besok pagi. Selain itu juga sudah kirim email invitation ke beberapa teman. Seperti sprint sebelumnya, belum ada progress yang berarti. Tapi saat ini dokumen-dokumennya sudah setengah jadi, tinggal diadaptasi sesuai perkembangan prototype nanti. Form nya bisa dilihat di sini:

http://www.arganka.com/alynysse/study/

Advertisements

7 thoughts on “Thesis Strikes (Week 7)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s