Thesis Strikes (Week 9)


Post ini adalah post ke-lima dari seri thesis. Post pertama bisa dilihat di link ini, post-2, post-3, dan post-4.

23.2.2015

Chunks:

  1. Kirim update ke pembimbing thesis, task, dll
  2. Thesis seminar, tanya cukup sampai mana
  3. Ukur time, task completion rate, dan masukan dari participant

Satu bulan sekali, ada kelas seminar thesis, dimana mahasiswa yang sedang mengerjakan thesis sharing tentang progress dan permasalahan yang mereka hadapi. Mahasiswa yang datang mempunyai topik dan progress yang berbeda, jadi tidak harus dengan pembimbing yang sama. Selain mendapatkan pendapat dan saran dari professor dan teman mahasiswa lain. Kelas seminar thesis ini juga sangat berguna, at least bagi saya, sebagai moral support karena bisa melihat dan mendengar kisah dari teman-teman pejuang thesis yang lain. Ada calon masalah yang mungkin nantinya akan saya hadapi, yang biasanya sudah dipecahkan oleh teman yang lain. Jadi, kita bisa belajar dari approach mereka menyelesaikan permasalahan tersebut, dan mungkin propose untuk opsi lain. Email ke pembimbing juga sudah terkirim, dan langsung dibalas beberapa saat kemudian. Walaupun isinya agak seram, karena di email itu dia ceritanya memposisikan diri sebagai critical reviewer, bukan sebagai pembimbing. Beberapa pertanyaan yang muncul dari dia juga sebenarnya muncul sebagai permasalahan yang ditemui saat remote testing kemarin. Jadi semakin semangat untuk improve prototype kali ini! Sorenya, sudah 3 sesi selesai untuk ditranskrip dan dipecah berdasarkan task nya. Namun, baterai laptop saya sudah merah dan mungkin sebentar lagi mati. Mungkin akan dilanjutkan di rumah proses transcribe nya. Sepertinya sudah cukup uzur umur baterai laptop ini. Semoga ada rezeki lebih untuk ganti baterai, atau upgrade memory, atau ganti SSD, atau upgrade sekalian 😀

24.2.2015

Chunks:

  1. Lanjutin ukur time, task completion rate, dan masukan dari participant
  2. Planning untuk sprint selanjutnya
  3. Compile hasil time, task, kirim lagi ke pembimbing, minta pendapat, tanya kira-kira cukup kalau Axure doang?

Karena malamnya tidur cepat, jadi bisa bangun dini hari dan melanjutkan transcribe. Rasanya benar-benar seperti jaman TA dulu. Lumayan juga melanjutkan 5 session, tapi karena jam segitu mungkin fokus masih tinggi, sebelum subuh transcribenya sudah beres. Paginya, dilanjutkan dengan menghitung waktu per task, karena pakai timestamp InqScribe, tinggal masukin manual task start dan end nya ke dalam excel dan dikurangi. Walaupun ternyata di excel cell nya harus diformat dulu agar bisa dihitung max, mean, sum, dan avg nya. Formatnya tinggal pakai [m]:ss.

[00:21:15.10] [Participant] -> task 2 start
[00:22:00.23] [Participant] -> task 2 finished

Siang-sorenya, mencoba buat semacam usability report singkat ke pembimbing dan menjawab pertanyaan dan saran konstruktif dia kemarin. Entah kenapa, mahasiswa kalau mengirim email ke prof atau pembimbing mikirnya cukup lama

Gambar dari Phdcomics.com
Gambar dari Phdcomics.com

25.2.2015

Chunks:

  1. Coba define dan refine lagi high level task untuk visualisasi
  2. Lihat TOC lagi dan refine flow buku thesis
  3. Buat user satisfaction questionnaire

Salah satu cara umum yang digunakan untuk mencari ide task visualisasi adalah dengan refer ke penelitian yang sejenis. Berdasarkan link awal dari webnya Nathan Yau, saya berkelana ke berbagai karya yang sangat menakjubkan. (anyway, buku yang dia tulis terkait visualisasi sangat saya rekomendasikan sebagai starter, penyajiannya cukup mendalam dan dikemas secara menarik). Salah satu publikasi yang menarik bagi saya adalah, The Form of Facts and Figures. Intinya adalah dia membuat design pattern terkait interactive information visualization, which is really cool! Dia juga membuat website companionnya di sini. Tapi, ternyata inspirasi yang saya dapat berasal dari paper lama (yang sebenarnya sudah pernah dibaca saat kelas information visualization dulu). Dari judulnya saja sudah eye catching. Understanding and Characterizing Insights: How Do People Gain Insights Using Information Visualization? Papernya bisa diakses di sini. Ternyata lagi, paginya saya sempat nyasar di paper yang membahas low-level task untuk visualisasi, dan di paper tersebut ada penulis yang sama. Edan emang prof2 ini. Setelah itu saya mengirim high-level task baru yang pembimbing, dan langsung dibalas dengan positif. User satisfaction questionnaire juga sudah beres, saya menggunakan SUS yang sedikit dimodifikasi. Dari websitenya: The SUS is a 10 item questionnaire with 5 response options.

  1. I think that I would like to use this system frequently.
  2. I found the system unnecessarily complex.
  3. I thought the system was easy to use.
  4. I think that I would need the support of a technical person to be able to use this system.
  5. I found the various functions in this system were well integrated.
  6. I thought there was too much inconsistency in this system.
  7. I would imagine that most people would learn to use this system very quickly.
  8. I found the system very cumbersome to use.
  9. I felt very confident using the system.
  10. I needed to learn a lot of things before I could get going with this system.

26.2.2015

Chunks:

  1. Lihat TOC lagi dan refine flow buku thesis
  2. Coba-coba scraping json nya pakai python

Pas banget, karena kemarin sempat mention buku Visualize This! jadi teringat task yang dulu banget sempat mampet, yaitu scraping data. Di buku tersebut dimention library untuk scraping, yaitu Beautiful Soup. Dulu sempat stuck karena, well, ga ngerti python dan setelah dicoba-coba masih ga bisa juga. Pagi hari langsung googling lagi, cara scrap pakai python, ternyata ada cara yang lebih mudah (setidaknya untuk kebutuhan saat ini). Awalnya nyasar di HTML Scraping, instal librarynya, dan berhasil untuk scraping html yang sederhana. Tapi saya baru sadar, data yang diambil kan nantinya json, dan butuh autentifikasi untuk akses data. Setelah googling lagi, ketemu thread ini, setelah diamati sekilas, sepertinya ada jawaban yang cukup make sense untuk dicoba, dan berhasil! Dan hasilnya tinggal dirapihin sedikit based on guide di sini. Selain itu dapat bonus di pagi hari juga, ternyata R bisa juga langsung parsing, tapi belum saya coba sendiri. Berarti kemungkinan untuk implementasi berbasiskan Shiny masih terbuka ini di iterasi ke-4.

import requests
import json

response = requests.get('https://serverwrmnya.com/rest/v1/assets/16/datanodes?limit=20', auth=('username', 'pass'))
data = response.json()

print json.dumps(data, sort_keys=True, indent=4)

27.2.2015

Chunks:

  1. Rancang task untuk iterasi ketiga
  2. Coba buat slider untuk filter waktu di Axure

High-level task yang telah dibuat ternyata sangat membantu untuk merancang possible scenario dan task yang akan dilakukan pada usability test ke-tiga. Selain memudahkan proses saat design task, kita juga bisa mengukur apakah task pada usability test bisa menjadi finding untuk mengukur keberhasilan visualisasi untuk menyelesaikan high-level task.

Saya juga ingin membuat filter yang bisa memfasilitasi teknik interaksi yang sedikit lebih advance dalam pemilihan durasi, misalnya seperti range selector di sini. Sayangnya, saya tidak bisa menemukan hal yang memuaskan setelah berkelana untuk mencari contoh penerapan teknik interaksi tersebut di Axure library dan axure land. Alhasil, harus coba-coba sendiri, untungnya diy custom made untuk axure kurang lebih bisa berfungsi sesuai dengan apa yang diharapkan.

5 thoughts on “Thesis Strikes (Week 9)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s