Maret 2013 – A Year Ago


Bisa dibilang bulan Maret 2013 merupakan bulan yang penuh kejutan bagi saya, walaupun ada kejadian kurang enak, namun banyak surprise yang membuat hati sangat bahagia.

Karena sudah keseringan bolak-balik ke Bandung, untuk menghemat pengeluaran, saya memutuskan untuk mulai ngekos lagi di daerah sekitar kampus (Walaupun ujung-ujungnya kosan hanya berfungsi sebagai pengganti lemari baju; karena kondisi kamar mandinya naudzubillah). Seperti biasa, pas aja ada rezeki dari jalan yang gak diduga untuk bayar kosan.

Saat lagi pulang ke rumah, saya mendapatkan kabar kalau tablet hadiah Imagine Cup 2012 sudah bisa diambil di kantor Microsoft Indonesia. Karena sudah fix tidak mungkin surface, teman-teman finalis IC sempat menerka apakah tablet yang akan kami terima nanti.

Seru juga ternyata pakai tab WinRT! walaupun kemungkinan besar saya akan susah develop untuk WinRT, karena sudah pindah haluan.

Surprise! (picture from Pak Norman)
Surprise! (picture from Pak Norman)

***

Pada permulaan bulan ini sempat berasa hampa; karena pengumuman universitas di Swedia biasanya dilaksanakan pada akhir bulan, Finlandia di bulan Mei. Sedangkan untuk Erasmus Mundus dan EIT ICT lab tanggalnya belum tentu, kemungkinan bulan April.

Namun masa santai ternyata hanya sebentar, karena project iOS dengan UC sudah dimulai pada bulan ini. Pengalaman pertama kali set developer di Appstore dan jalanin aplikasi iseng di device, rasanya seperti pertama kali berhasil buat gambar di Pascal saat Mabim dulu.

Ada project lainnya yang masih dalam tahap negosiasi, agak alot, karena pimpinan perusahaan yang menawarkan project sedang ke luar negeri di tengah proses negosiasi. Sementara saya dan Ucup harus berhadapan dengan timnya, yang agak susah di nego.

Saat itu saya juga sedang menamatkan buku Lean Startup. Langsung kami aplikasikan di Telss, dengan eksperimen sebarsoal. Memanfaatkan momentum UTS, kami dibantu teman2 2010 untuk mencari soal dan menyebarkannya. Sebar soal, semua senang 🙂
Yang paling seru adalah, ternyata validasi awalnya berhasil. Semakin tertarik sama lean method ini.

Kami juga sempat ikut beberapa acara seru, salah satunya adalah ngadu ide, alasan tersembunyi di balik keikutsertaan kami adalah: makan gratis; sayangnya kami kehabisan. Banyak pengalaman juga yang kami dapatkan saat mengikuti beberapa lomba, namun yang kurang enak adalah saat tidak jadi atau tidak sempat submit karena ada prioritas lain. Namun yang paling penting adalah pelajaran yang bisa diambil dari proses pengerjaan tersebut.

***

Bobot Tugas Akhir

Email dari program coordinator Malmo sempat membuat saya panik, atau bingung lebih tepatnya. Karena dia menanyakan apakah saya pernah mendapatkan credit untuk thesis?

Wajar saja dia bingung, karena proporsi kredit untuk Tugas Akhir/Skripsi, pada kasus saya hanya sedikit dari total SKS (8 dari 145). Bandingkan, misalnya, dengan thesis Master di Swedia atau Finland, bobotnya 40 dari 120 credit!

Kebayang kan bagaimana sang koordinator mencoba mencari di mana credit TA saya, padahal pada umumnya pengerjaan TA bisa memakan waktu dan tenaga yang cukup besar, terlepas dari jumlah SKS nya yang hanya 8. Jadi kalau ngerjain TA santai aja, sesuaikan sama beban SKS nya. :p

***

Di pertengahan bulan, ada acara Kumpul Kreavi lagi, dengan tema acara yang paling oke: Interaction Design! Meskipun konten acaranya kurang pas dengan ekspektasi pembahasan interaction design yang ada dalam benak saya, namun materi dan pembicaranya sangat berkualitas.

***

Beasiswa datang lebih awal

Beberapa hari kemudian, saat menghubungi Ibu yang sedang siap-siap pergi ke Ambon sekitar tanggal 22, tiba-tiba entah bagaimana ceritanya, saya mendapatkan ‘beasiswa’ dari tante saya untuk mudik ke Ambom. Tante ini merupakan orang yang sama, yang kami temani jalan-jalan di Bandung tempo hari.

Suasana di Ambon benar benar enak sekali, lebih enak dari beberapa tahun lalu sejak saya berkunjung ke sana. Makanannya selalu membuat air liur tumpah. Saya juga bisa bertemu dengan om, tante, oma, opa, sepupu, ponakan, dan keluarga besar, lengkap lah pokoknya.

Kebetulan kami tinggal di hotel yang bisa dinaiki rooftopnya. Saya dapat melihat pemandangan teluk yang sangat menakjubkan, saya pun mencuri waktu pada beberapa kesempatan untuk menikmati sunrise dan sunset yang spektakuler.

Pernahkah kalian melakukan visualisasi terhadap mimpi. Seperti membayangkan keadaan atau kejadian yang diimpikan. Sejak beberapa tahun lalu, walaupun tidak sering, saya biasa melakukan visualisasi: saya sedang berada di Ternate, naik ke atas atap rumah, kemudian memandangi ke arah lautan dengan bangunan sebagai foreground, gunung dan laut sebagai background.

Tapi saya benar-benar tidak menyangka, kalau ternyata hal ini terjadi di Ambon, dan apa yang saya lihat jauh lebih baik dari visualisasi yang saya gambarkan dulu. Mungkin bisa terkait dengan post harapan yang pernah saya post.

Sunrise di Ambon
Sunrise di Ambon

***

Setelah 5 hari rehat dari kesibukan dan menikmati kota Ambon, pada tanggal 27 Maret 2013 masuk email dari KTH yang menyatakan saya diterima di kampus impian tersebut.

Tapi saya sadar, belum waktunya untuk senang, karena saya belum tahu bagaimana cara untuk membayar biaya hidup dan tuition fee nanti; sementara scholarship dari KTH juga masih belum ada kabar.

Result dari Uniadmission. Alhamdulillah.
Result dari Uniadmission. Alhamdulillah.

Dengan kabar dari KTH, pergerakan pencarian beasiswa dalam negeri pun digencarkan, saya mengincar LPDP dan beasiswa unggulan. Saya juga mencoba kontak EIT ICT Lab, University of Tampere, KTH, tapi masih belum ada jawaban jelas tentang waktu pengumuman dan beasiswa.

Semakin deg-degan, karena mimpi ke KTH tinggal menunggu pengumuman beasiswa institusional dari KTH atau mencoba LPDP dan BU. Masih harap-harap cemas untuk EIT ICT Lab juga (karena ada KTH nya). Untuk Erasmus Mundus agak hopeless, karena dari cerita yang didapat, terlebih lagi project GATE hanya mempunyai kuota sedikit untuk full master (ditambah saya tidak berasal dari universitas partner) sepertinya agak berat untuk mendapatkan beasiswa yang satu ini.

Advertisements

10 thoughts on “Maret 2013 – A Year Ago

  1. woow KTH, aku pernah foto di depannya *halah :D*
    oh itu foto ambon ya, keren ya, aku kira tadinya luar negeri dimana gitu 🙂

  2. Wahh, berarti nanti sekalian anterin muter2 KTH ya mba 😀
    Hoho, iya ambon keren banget mba, udaranya bersih dan kondisinya aman. Aku pernah hunting foto sendirian sampe jam 12 malem tenang2 saja, pulangnya naik becak 😀

  3. sayangnya cuman mampir sebentar doang arga 😦 sedih, hehe
    muter2 jogja aja deh yaa :p
    wah iya ya, kalo yg suka ada kerusuhan itu dmn, bukan ambon ya itu?

  4. Too bad 😐
    Okesip, nanti pas liburan ke jogja kalau sempet Mba.
    Oh ya, memang pernah kerusuhan, tapi sekarang alhamdulillah udah mereda. 🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s